LHOKSEUMAWE – Kepolisian Resort Lhokseumawe mencatat 1.682 kasus terjadi selama tahun 2016. Di antaranya, 1.102 kasus ditangani Satuan Reserse Kriminal, 108 kasus oleh Satuan Reserse Narkoba dan 472 kasus ditangani Satuan Lalu Lintas.
Kapolres Lhokseumawe AKBP Hendri Budiman menyebutkan sejumlah kasus kriminal yang menyita perhatian masyarakat luas di tahun 2016. Di antaranya, satu kasus kepemilikan senjata api berhasil diungkap, dua tersangka dan dua senjata api (senpi) jenis FN dan Revolver berhasil diamankan. Selanjutnya dua kasus pembunuhan yang melibatkan tiga tersangka berhasil diamankan.
Berikutnya, satu kasus kepemilikan bahan peledak di LP Lhokseumawwe melibatkan tiga tersangka berhasil ditangkap, dan kasus teror bom Vihara dengan membekuk satu tersangka.
Sementara Satuan Reserse Narkoba berhasil mengungkap 108 kasus dengan barang bukti ganja seberat 19.486.64 gram ditambah 600 batang dan jenis sabu seberat 45.613.16 gram. Keseluruhan tersangka dari kasus narkoba itu 145 orang.
Untuk 105 kasus sudah selesai, tinggal tiga kasus lagi dalam proses penyidikan, kata Hendri kepada portalsatu.com, Sabtu 31 Desember 2016.
Hendri menambahkan Satuan Lalu Lintas menangani 472 kasus kecelakaan lalu lintas. Dalam kasus-kasus itu, 88 orang di antaranya meninggal dunia, tujuh orang luka berat, 823 orang mengalami luka ringan dan kerugian ditaksir senilai Rp438.650.000.
Dibandingkan 2015
Kasus ditangani Satuan Reserse Kriminal mengalami penurunan jika dibandingkan tahun 2015. Pada tahun 2016 ada 1.102 kasus, sedangkan tahun 2015 sekitar 1.239 kasus. Untuk Satuan Reserse Narkoba mengalami peningkatan sebanyak 40 kasus dari tahun sebelumnya. Petugas berhasil mengungkap jaringan narkoba dengan barang bukti sabu seberat 42.700 gram yang ada di Lhokseumawe Agustus lalu. Untuk Satuan Lalu Lintas sangat disayangkan mengalami peningkatan kejadian tahun 2016, kata Hendri.
Hendri menyebutkan tahun ini terdapat 472 kejadian ditangani Satuan Lalu Lintas dengan jumlah korban meninggal dunia 88 orang, sedangkan tahun 2015 sebanyak 347 kejadian dan jumlah korban meninggal 64 orang.
Pada tahun 2017 ke depan, kami mengharapkan kepada seluruh masyarakat untuk tetap menjaga situasi kamtibmas di wilayah masing-masing, terlebih pada Februari 2017 akan berlangsung pilkada serentak. Jaga kamtibmas di wilayah masing-masing yang selama ini cenderung relatif aman dan kondusif, pilihan boleh berbeda, tetapi dengan perbedaan pilihan tersebut berpengaruh terhadap situasi kamtibmas. Masyarakat harus waspada dan dewasa dalam menentukan pilihan, jangan mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab,” ujar Hendri Budiman.[]




