SUBULUSSALAM – Aparat kepolisian Polsek Simpang Kiri menciduk tersangka pengedar ganja dalam operasi di Gampông Danau Tras, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam pada Jumat malam, 22 April 2016 lalu.

“Pelaku sudah kita amankan di Kapolsek Simpang Kiri untuk dilakukan pengembangan dalam kasus tersebut, pelaku berinisial TA (33) yang ditangkap saat melakukan transaksi daun ganja kering bersama rekannya TL (25) yang berhasil kabur,” ujar Kapolsek Simpang Kiri AKP Dede Kurniawan S.IK kepada portalsatu.com, Selasa, 26 April 2016.

Saat penangkapan kata Dede, aparat kepolisian mengamankan barang bukti berupa 1,3 ons jenis ganja kering yang dibawa dari Aceh Selatan. Saat ini tersangka diamankan di Mapolsek Simpang Kiri untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Tersangka katanya sudah menjadi target operasi dalam dua terakhir ini karena TA sudah lama menjadi pengedar ganja di Kota Subulussalam. Polisi terus berupaya menangkap pengedar lainnya, terutama yang masuk dalam daftar target operasi. Termasuk salah seorang buronan berhasil kabur saat penangkapan Jumat lalu.

“Identitas tersangka masih dirahasiakan karena statusnya buron, polisi saat ini terus melacak pergerakan oknum tersebut,” tambah Dede yang saat itu langsung memimpin dalam operasi tersebut.

Menurut Kapolsek, tersangka selama ini memasok ganja dari Aceh Selatan ke Kota Subulussalam rata-rata setengah kilogram seminggu. Pelaku mengaku sudah menggeluti prosesi tersebut sejak lima bulan terakhir.

Satu bungkus plastik kecil ganja katanya dijual Rp 20 ribu kepada warga Subulussalam yang selama ini sering memesan barang kepada tersangka. Dari hasil penjualan barang haram itu, tersangka mengaku hanya memperoleh keuntungan seratus ribu.

“Ganja 1,3 ons itu saya beli Rp 200 ribu dan menjualnya sekitar Rp 300 ribu,” kata tersangka saat ditemui di Mapolsek Simpang Kiri. Ia menyatakan pasrah setelah tertangkap tangan saat melakukan jual-beli ganja.

Kapolsek mengimbau masyarakat dan para orang tua untuk bekerja sama dengan pihak kepolisian dalam memberantas ganja. Apalagi harga ganja yang relatif murah, sehingga dikhawatirkan dapat merambah ke kalangan pelajar.

“Narkoba jenis ganja sangat rentan menyasar ke pelajar dan remaja, karena itu peran orangtua sangat menentukan prilaku seorang anak. Pergaulan anak di luar rumah harus dipantau secara rutin jangan sampai melakukan ha-hal negatif,” katanya.[](ihn)