BerandaBerita SubulussalamLarangan Ekspor CPO, Apkasindo Perjuangan: Petani Sawit di Aceh Rugi Rp8,1 Miliar...

Larangan Ekspor CPO, Apkasindo Perjuangan: Petani Sawit di Aceh Rugi Rp8,1 Miliar per Hari

Populer

SUBULUSSALAM – Petani sawit di Aceh mengalami kerugian besar mencapai Rp8 miliar lebih per hari sejak larangan ekspor minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) diberlakukan pemerintah pusat mulai 28 April 2022.

“Perkiraan kerugian petani sawit di Aceh akibat pemberlakukan pembatasan CPO dan turunannya mencapai Rp8 miliar lebih,” kata Ketua DPP Apkasindo Perjuangan, Subangun Berutu, Jumat, 29 April 2022.

Ia menjelaskan di Aceh terdapat 54 Pabrik Minyak Kelapa Sawit (PMKS) dengan jumlah pasokan tandan buah segar (TBS) ke masing-masing pabrik sekitar 300 ton per hari kali 50 persen, total berjumlah Rp8,1 miliar, angka kerugian petani sawit di Aceh.

“Kenapa dikalikan 50 persen karena kita perkirakan setengah dari 300 ton TBS yang dipasok ke PMKS itu dari sawit petani,” kata Subangun menambahkan.

Besarnya nilai kerugian itu akibat TBS turun drastis sejak beberapa hari terakhir kisaran Rp1000 sampai Rp1.100 per kilogram. Akibatnya harga TBS di level petani saat ini kisaran Rp1.800 per kilogram dari sebelumnya berada di angka Rp2.800 sampai Rp3.000 per kilogram.

Penurunan harga TBS dipicu merosotnya harga CPO berdasarkan harga tender terbaru di KPBN Belawan Sumatera Utara saat ini berada di kisaran Rp11.000 sampai Rp13.000 per kilogram dari sebelumnya Rp17.000 per kilogram.

“Sejatinya dalam menyambut lebaran Idul Fitri pemerintah menjaga stabilitas harga TBS mengingat tingginya kebutuhan masyarakat menjelang lebaran,” ucap Subangun Berutu.

Apkasindo Perjuangan menyebutkan, larangan ekspor CPO berdampak luas terhadap kondisi perekonomian masyarakat yang selama ini bertumpu pada hasil TBS dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Apkasindo Perjuangan meminta pemerintah kembali memberlakukan ekspor CPO pascalebaran agar tidak memperburuk kondisi ekonomi yang sebelumnya dihantam padai covid, kini kembali dihantam kebijakan larangan ekspor CPO menyebabkan TBS turun drastis,” tegas Subangun.

Menurut Subangun, walaupun kebijakan larangan ekspor untuk meredam harga migor sesuai HET Rp14.000 per liter, namun pemerimtah perlu meninjau ulang dan mengawasi pemberlakukan subsidi migor kepada masyarakat.[]

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terkait

Berita lainya