BANDA ACEH – Ketua Umum PPI Turki, Azwin Nazar mengapresiasi sikap Pemerintah Indonesia, terutama Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, yang cepat merespon setiap laporan dari lembaganya. Dia juga bersyukur pemerintah Indonesia langsung mengambil langkah membebaskan kedua mahasiswi asal Indonesia, yang salah satunya berasal dari Aceh.
“Alhamdulillah berkat doa dari seluruh bangsa Indonesia, kemarin sore, 25 Agustus 2016, dua pelajar kita YU dari Aceh dan DP dari Demak yang ditangkap 12 Agustus 2016 lalu, berhasil dibebaskan dan sampai di Wisma KBRI Ankara pukul 23.00 waktu Turki,” ujar Azwir Nazar melalui siaran persnya kepada portalsatu.com, Jumat, 26 Agustus 2016.
Dia mengatakan respon cepat pemerintah tersebut tidak terlepas dari dukungan dan doa warga Indonesia. “(Kita juga patut mengapresiasi langkah pemerintah) termasuk menelpon Menlu Turki dan terus meminta akses kekonseleran,” kata Azwir Nazar.
Dia mengatakan Menlu Retno selalu merespon dengan tindakan nyata setiap menerima telepon darinya.
Di sisi lain, pembebasan dua mahasiswa asal Indonesia ini juga tidak terlepas dari bantuan semua pihak, baik Direktur Parlindungan WNI maupun pihak KBRI/KJRI serta semua pelajar, dan para alumni.
Dia mengatakan PPI Turki sejak mengetahui berita penangkapan YU dan DP, terus mendesak pemerintah untuk cepat menangani kedua pelajar tersebut. Termasuk membangun komunikasi dengan pemerintah pusat dan daerah serta para pihak terkait, demi bergandengan tangan dalam mengusahakan langkah terbaik.
“Kita belajar dari kasus HL yang kini masih ditahan. Maka untuk YU dan DP kita minta pemerintah lebih serius. Alhamdulillah hari ini sudah ada hasilnya,” kata alumni Komunikasi Politik UI tersebut.
PPI Turki juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Turki yang telah membebaskan YU dan DP, dan berharap segera ada kabar baik terhadap HL yang ditangkap di Kota Gaziantep, 3 Juni 2016 lalu.
“Terima kasih juga untuk teman media yang secara konsisten memberitakan dan bersama mengawal proses ini. Juga kepada publik yang bersimpati secara luar biasa. Mari terus kita kawal dan bekerjasama lebih baik. Supaya tantangan ke depan dapat kita hadapi bersama. Kita juga doakan Turki cepat pulih,” katanya.
Sementara untuk membantu meringankan beban para pelajar yang bermasalah beasiswa di Turki, PPI Turki hari ini meluncurkan gerakan #DonaturAnakBangsa sebagai bentuk kepedulian bersama dengan mengajak semua pihak ikut berperan.
“Banyak generasi bangsa Pelajar Indonesia di Turki kini mengalami musibah dan ujian. Beasiswa mereka terputus, tapi tekad melanjutkan pendidikan mereka begitu besar. Mari ulurkan tangan kita meringankan beban mereka dengan menjadi #DonaturAnakBangsa,” kata Azwir Nazar.
Dia mengatakan para donatur bisa mengirimkan donasi mereka melalui BCA KCP Riau 0860561191 a.n Meida Adlina selaku Bendum PPI Turki.[](bna)




