BANDA ACEH – Bupati Aceh Besar, Mawardi Ali, berharap, aturan yang mewajibkan seluruh pramugari maskapai penerbangan ke Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) Aceh Besar, Aceh, berbusana muslimah, dapat menjadi daya tarik tersendiri.

Dia mengungkapkan bahwa himbauan itu adalah bukan menjadi rasa takut bagi orang-orang luar terhadap Aceh. 

“Justru itu menjadi daya tarik itu sendiri. Ketika orang melihat Aceh dengan suasana yang sopan, suasana indah, karena kita tahu bersama bahwa Islam ini adalah indah,” ungkapnya saat dikonfirmasi, Selasa, 30 Januari 2018.

Dia mengatakan, sejak tahun 2001 di Aceh ada undang-undang yang mengatur tentang syariat Islam termasuk mengenai aturan berbusana. Oleh karena itu, aturan pelaksanaan syariat yang sudah dijalankan secara menyeluruh di Aceh, juga dapat diikuti para pramugari.

“Kita ingin lihat bahwa pramugari yang datang ke Aceh itu adalah pramugari yang Islami, sopan, memakai hijab dan berbusana muslimah,” ujarnya.

Bupati Aceh Besar tersebut mengutarakan, banyak generasi muda, khususnya putri yang mengidolakan pramugari. Sebab akan menjadi contoh tersendiri.

“Kemudian juga dari generasi kita, putri-putri kita itu ada yang mengidolakan pramugari itu, mulai dari penampilannya dan sebagainya. Jadikan kalau tampilannya lebih islami, lebih sopan, jadikan idolanya itukan lebih bagus secara Islam,” jelasnya.

“Maka kami dari Pemerintah Aceh Besar itu berpikir bahwa dalam pelaksanaan syariat Islam ini untuk menghormati tanah syariat ini maka kita suratilah semua maskapai penerbangan ke Bandara Sultan Iskandar Muda itu untuk pramugarinya menggunakan hijab atau jilbab,” jelasnya lagi.[]