Sabtu, Juli 13, 2024

Tanggapan Ketua DPRK Aceh...

ACEH UTARA - Mendagri Tito Karnavian memperpanjang masa jabatan Pj. Bupati Aceh Utara...

Selamat! 2 Siswa Kota...

SUBULUSSALAM - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Balai Pengembangan Talenta...

Besok, Mahyuzar akan Terima...

ACEH UTARA - Dr. Mahyuzar, M.Si., akan menerima Surat Keputusan (SK) Mendagri tentang...

Jabatan Pj Bupati Aceh...

ACEH UTARA - Masa jabatan Penjabat Bupati Aceh Utara, Dr. Mahyuzar, genap satu...
BerandaNewsProdi Sosiologi UIN...

Prodi Sosiologi UIN Ar Raniry Bakal Gelar Diskusi Terkait Terorisme

BANDA ACEH – Program Studi Sosiologi Agama Fakultas Ushuluddin Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh akan melaksanakan diskusi terkait deradikalisasi penanganan teroris di Indonesia, Jumat, 29 Januari 2016. Kegiatan yang bekerjasama dengan Lembaga Aceh Development Wacht (ADW) ini dijadwalkan berlangsung pukul 09.00 WIB di Aula Fakultas Ushuluddin UIN Ar Raniry.

Diskusi ini rencananya akan menghadirkan narasumber Prof. Yusni Sabi, Ph.D (Guru Besar Studi Agama UIN Ar-Raniry), Kombes. Pol. T. Saladin (Kabid Humas Polda Aceh) dan Sehat Ihsan Shadiqin, M. Ag (Prodi Sosiologi Agama). Mereka nantinya akan memaparkan beberapa materi, diantaranya Konsep deradikalisasi untuk kehidupan beragama yang damai dan sejahtera, keamanan Aceh 2016 pascatragedi Sarinah, dan fenomena munculnya kelompok-kelompok radikal di Indonesia. 

“Acara ini bertujuan untuk mengkaji progress deradikalisasi yang dilakukan selama ini dan berusaha mendapat masukan dan pemikiran baru terhadap konsep deradikalisasi,” ujar Ketua Prodi Sosilogi Agama UIN Ar Raniry, Sahlan Hanafiah, M.Si, melalui siaran persnya kepada portalsatu.com, Kamis, 28 Januari 2016.

Dia mengatakan isu diskusi seperti ini sangat terkait dengan bidang studi sosiologi agama. 

“Kajian-kajian seperti ini bagi kami sudah harus menjadi rutinitas. Namun jika hal ini hanya menjadi konsumsi mahasiswa sosiologi agama saja, maka dampak terhadap masyarakat tidak meluas,” katanya. 

Dia mengatakan menyebarkan informasi ini kepada masyarakat juga menjadi salah satu target kegiatan. Selain kelompok mahasiswa, Prodi Sosiologi Agama berharap masyarakat umum juga dapat menghadiri dan berpartisipasi dalam acara ini, “karena kegiatan diskusi ini terbuka untuk publik.”

Sementara Direktur ADW, Zulyadi Anwar, mengatakan pentingnya kajian tentang deradikalisasi untuk merespon fenomena munculnya kelompok-kelompok radikal yang kembali marak. Menurut Zulyadi, radikalisme tidak akan padam dengan tindakan kekerasan oleh pemerintah. 

“Di sisi lain, tindakan prevensif persuasif oleh pemerintah selama ini juga tidak efektif,” ujarnya.[](bna)

Baca juga: