BANDA ACEH – Prof Othman Yatim, mengatakan, batu nisan Aceh adalah tiketnya keliling dunia.

“Batu Aceh adalah tesis dan disertasi saya. Saya mengikuti perkembangan Mapesa sejak awal. Batu Aceh bukan saja milik Aceh, tapi milik dunia Islam, ini warisan budaya dunia Islam,” kata Othman, dalam acara 'DISKUSI DAN SILATURAHMI' dengan pegiat kebudayaan dari Mapesa di Warkop Zakir lantai II, Lampriet, malam ini, Sabtu 11 Maret 2017, pukul 20.00 WIB.

Othman mengatakan, ia berencana adakan seminar internasional tentang batu nisan Aceh di Kuala lumpur pada tahun ini dengan menghadirkan Mapesa.

“Saya tengah berusaha supaya batu nisan Aceh didaftarkan di UNESCO sebagai benda warisan budaya dunia,” kata Othman dalam sambutannya.

Peneliti Sejarah dan kebudayaan Islam, Taqiyuddin Muhammad, mengatakan, dirinya dan para pegiat kebudayaan di Mapesa merasa gembira atas kehadiran prof Dr Othman Yatim ke Aceh.

“Ini Kehormatan Besar. Bukan hal biasa,” kata Taqiyuddin.

Hadir di acara ini juga Dr Husaini Ibrahim, Tarmizi A Hamid, Nurdin Ar, Ramli Adaly, belasan anggota Mapesa, dan beberapa tokoh kebudayaan lainnya.[]