“Saya rasa, teman-teman dosen di USK ini pun sangat senang bila bisa membantu UNIKI yang merupakan perguruan tinggi yang baru berusia dua tahun, namun mengalami perkembangan yang luar biasa,” ujar Prof. Samsul Rizal.
Prof. Samsul Rizal menambahkan UNIKI dapat dijadikan model kampus yang baik dalam mendidik masyarakat yang sangat beragam. “Harapan kami kampus yang dinahkodai oleh sahabat kami, Prof. Apridar, akan dapat tumbuh dan berkembang lebih cepat,” ucapnya.
Menurut Prof. Samsul Rizal, apabila berhasil melahirkan lulusan berkualitas, sesuai standar diharapkan oleh kurikulum ataupun stakeholder dan masyarakat secara umum, maka UNIKI dapat berlari cepat dalam menggapai kampus berkualitas.
Dia menyebut kerja sama ini salah satu program untuk mendongkrak kualitas lulusan perguruan tinggi dengan output sesuai standar perguruan tinggi yang harus dicapai. Berbagai fasilitas pendukung dimiliki USK untuk percepatan peningkatan kualitas pendidikan di Aceh dapat digunakan. Begitu halnya untuk dosen UNIKI juga siap dibina agar mampu memperoleh gelar profesor dengan cepat agar mampu melakukan proses belajar mengajar yang profesional. “Bersama kita bisa dalam membangun Aceh yang lebih bermartabat”.
Hal itu disambut hangat oleh Pembian Yayasan Kebangsaan, Amiruddin Idris, yang mengharapkan, sewaktu-waktu nanti, USK dapat membina dosen-dosen muda di UNIKI. Khususnya lagi sangat penting hari ini, bagaimana Badan atau Unit Penjaminan Mutu di UNIKI dapat bekerja sesuai Tupoksinya.
“Saya rasa, sudah tepat sekali insiatif Rektor UNIKI meminta bantuan akademik dan SDM ke USK Banda Aceh,” tutur Amiruddin yang juga Anggota DPR Aceh.
Diharapkan UNIKI yang menggratiskan biaya pendidikan bagi hafiz (penghafal Alquran) serta berbagai prestasi lainnya, fakir miskin dan anak korban konfik Aceh, dapat berkiprah lebih besar lagi untuk membangun peradaban yang islami di Serambi Mekah ini.




