BANDA ACEH – Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Aceh Prof. Yusny Saby, menyampaikan bahwa jihad yang sebenarnya adalah dapat bermanfaat bagi orang lain dengan melakukan kebaikan di jalan Allah.
“Manusia yang baik ada manusia yang maksimal bermanfaat bagi orang lain,” ungkap Prof. Yusni saat menyampaikan materi definisi radikalisme pada focus group discussion (FGD) yang digelar Forum Pemuda Peduli Nusantara (FPPN) di Hotel Diana, Banda Aceh, Selasa, 29 Agustus 2018.
Dalam diskusi yang mengusung tema Fenomena ISIS, Upaya Pencegahan/Penanggulangan Radikalisme & Terorisme di Aceh, Prof. Yusny Saby menyebut radikalisme dengan istilah tindakan kelewatan. Hal ini dikarenakan kesalahan bertindak dalam menegakkan kebenaran yang mereka anggap sesuai ajaran agama.
“Jihad yang pertama adalah, siapa yang mau bersedia mengatakan yang benar ketika melihat kesalahan pada pemimpin, itulah jihad yang sebenarnya,” jelas Prof. Yusny Saby.
Sebelumnya Prof. Yusni mengatakan, kesalahan pemahaman masyarakat dalam mengartikan agama, menjadi salah satu munculnya radikalisme selain faktor lingkungan menjadi pemicu, seperti didikan keluarga dan tidak baiknya prilaku aparat pemerintah.
“Pemicu pelaku radikal bisa dari pribadi, kelompok, politisi dan oknum aparatur,” kata Prof. Yusny.
Selain mengupas tentang definisi radikalisme, diskusi tersebut juga membahas tentang radikalisme dan teori ISIS dalam prospek Islam yang disampaikan oleh Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh Tgk. Faisal Ali.[]

