Sabtu, Juli 20, 2024

Peringati Haul Abati Banda...

LHOKSEUMAWE - Ratusan jamaah Tarbiyah Islamiyah Mazhab Syafi'i Aceh menggelar pawai akbar dalam...

Pj. Bupati Aceh Utara...

ACEH UTARA - Pemerintah Kabupaten Aceh Utara menyerahkan bantuan masa panik secara simbolis...

Sekum PB PON Wilayah...

BANDA ACEH – Progres pembangunan beberapa venue untuk Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI...

PT PIM Bantu Korban...

ACEH UTARA - PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) menyerahkan bantuan kepada korban badai...
Beranda''Proyek Jalan di...

”Proyek Jalan di Cot Irie Tanggung Jawab Provinsi”

BANDA ACEH – Bahrul, salah satu staf Bina Marga Kabupaten Aceh Besar, menyebutkan pembangunan jalan Blang Bintang Lama, tepatnya di kawasan Cot Irie, merupakan proyek pembangunan di bawah tanggung jawab provinsi. Hal tersebut disampaikannya saat dikonfirmasi portalsatu.com, Jumat, 7 Oktober 2016, terkait jalan yang tak kunjung diaspal sehingga mengundang protes dari warga Cot Irie beberapa waktu lalu.

“Saat ini jabatan kepala Dinas Bina Marga Aceh Besar kosong karena yang lama baru pensiun, tetapi nanti saya cari tahu siapa yang bisa dimintai konfirmasi mengenai itu. Tapi kalau jalan (Jalan Blang Bintang Lama kawasan Cot Irie) itu berada di bawah tanggung jawab provinsi. Sementara yang di kita tidak ada masalah,” kata Bahrul.

Sementara berdasarkan penelusuran singkat yang dilakukan portalsatu.com di situs LPSE Aceh Besar, tercatat ada beberapa plot anggaran pembangunan dan peremajaan jalan yang berada di bawah tanggung jawab Kabupaten Aceh Besar, di kawasan Cot Irie.

Salah satunya paket peningkatan jalan Lambaro-Cot Irie yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) yang pagunya mencapai Rp5.760.000.000. Proyek ini dikerjakan PT Hatari Raya yang adalah mitra kerja Bina Marga Aceh Besar. Tidak diketahui apakah proyek jalan yang diprotes warga tersebut merupakan proyek sama, yang kini dikerjakan oleh PT Hatari Raya tersebut.

Seperti diketahui, Warga Cot Irie, Aceh Besar, melancarkan protes kepada kontraktor Jalan Bintang Lama melalui coretan-coretan hujatan di karton dan kardus. Coretan-coretan ini kemudian ditancapkan di sebilah kayu, di ruas jalan Cot Irie Lama.

Protes ini dilakukan masyarakat karena lelah menghirup debu jalanan yang sejatinya dalam tahap pengerjaan. Sekitar 400-500 meter ruas jalan yang sudah dikeruk, tidak kunjung diaspal.

“Ka rap peut buleun kamoe pip Abee. Sayang aneuk mit,” ujar salah satu warga yang minta namanya ditulis.

Amatan wartawan di lokasi, ada beberapa tulisan di karton yang menyita perhatian pengguna jalan. Seperti salah satunya adalah “Kontraktor: Doa Rakyat Beu Bagah Matee.”

Ada juga tulisan, “Mari Kita Doa Bersama, Pembohong Pemborong Cepat Mati” dan beberapa cacian lainnya.[]

Baca juga: