LHOKSEUMAWE – “Aneh tapi nyata”. Itulah yang terjadi di Pemerintah Kota Lhokseumawe. Proyek-proyek fisik sumber dana tahun 2016 sampai saat ini belum ditender, padahal masa anggaran sudah memasuki triwulan III.
Ironisnya lagi, paket pengadaan/proyek penunjukan langsung (PL)—yang tanpa harus melalui proses tender—juga belum direalisasikan.
Pelaksana Tugas (Plt) Sekda Lhokseumawe Miswar Ibrahim menjawab portalsatu.com/ lewat telpon seluler, Rabu, 13 Juli 2016, usai siang, mengaku belum mengetahui kapan paket proyek-proyek PL akan direalisasikan. “Itu tergantung kebijakan pimpinan (wali kota),” katanya.
Ditanya apakah soal proyek PL belum direalisasikan ada dibahas dalam rapat evaluasi yang dipimpin Wali Kota Lhokseumawe Suaidi Yahya, Senin malam kemarin, Miswar mengatakan, “PL (ikut) dibahas, menunggu revisi. Ada beberapa (proyek PL) yang harus direvisi”.
Jika proyek sumber dana APBK direvisi, bukankah harus melewati pembahasan dua pihak antara eksekutif dengan legislatif/DPRK? “Ya, mungkin akan direvisi pada P (Perubahan APBK 2016) nanti,” ujar Miswar.
Miswar mengakui tidak semua proyek PL harus direvisi. Akan tetapi, ia tidak dapat memastikan kapan proyek PL—yang tanpa harus direvisi—akan direalisasikan. “Itu tergantung kebijakan pimpinan,” katanya.
Sebelumnya, Wali Kota Lhokseumawe Suaidi Yahya saat diwawancarai portalsatu.com/, 10 Juni 2016, tidak memberikan penjelasan secara jelas kapan proyek PL akan direalisasikan.
“Iya, juga harus ada dokumen, harus ada PPTK (Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan)-nya, harus ada PPK (Pejabat Pembuat Komitmen)-nya. Makanya kita kesulitan juga, itu masalahnya. Kesulitan kita kebanyakan di sini,” kata Suaidi ketika ditanya mengapa proyek PL belum direalisasikan.
Suaidi tidak membantah penilaian publik bahwa pembangunan fisik di Lhokseumawe sejak awal 2016 sampai saat ini masih stagnan lantaran proyek-proyek yang harus dilelang belum ditender, juga paket PL belum direalisasikan.
“Intinya gini, kita target dalam bulan November itu selesai, Insya Allah kita selesai. Sudah kita duduk dengan tim, sudah oke. Karena kan terlambat tapi selamat. Itu yang penting,” ujar Suaidi. (Baca: [Wawancara] Suaidi: Terlambat Tapi Selamat)
Kondisi tersebut menunjukkan, masyarakat Kota Lhokseumawe baru dapat menikmati hasil pembangunan fisik 2016 pada akhir tahun. Padahal, masa pelaksanaan anggaran mencapai 12 bulan.[] (idg)

