TAKENGON – PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) mengadakan Media Garthering di Hotel Parkside, Takengon, Kabupaten Aceh Tengah, diikuti puluhan jurnalis dari Aceh Utara dan Lhokseumawe, 30-31 Maret 2022.

Kegiatan tersebut untuk menambah pengetahuan tentang produksi pupuk bagi para jurnalis, dan jajaran VP & AVP PT PIM. Tampil sebagai pemateri Ketua PWI Aceh, Nasir Nurdin, Ahli Teknik Kimia Universitas Syiah Kuala, Prof. Dr. Ir. Nasrul Arahman, S.T., M.T., Direktur Keuangan & Umum PT PIM, Rochan Syamsul Hadi, Sekretaris Perusahaan & TK PT PIM, Saifuddin Noerdin, SVP Umum, Yusra, VP PKBL & Humas PT PIM, Nasrun.

“Kegiatan ini tujuannya untuk silaturahmi bersama rekan media, paling penting untuk memberikan edukasi tentang industri khususnya produksi pupuk PT PIM. Supaya saat menyampaikan informasi kepada publik yang berkaitan dengan produksi agar tepat sasaran dan tanpa ada kekeliruan. Karena media massa berperan besar dalam menyebarkan informasi bersifat edukatif kepada masyarakat,” kata Manajer Humas PT PIM, Nasrun.

Ketua PWI Aceh, Nasir Nurdin, mengatakan para wartawan harus profesional serta menaati Kode Etik Jurnalistik, termasuk dalam peliputan berkenaan industri atau perusahaan besar. Namun, terlepas dari itu wartawan pun tidak luput dari kesalahan, sehingga bila terdapat berita yang keliru maka harus segera diralat atau diperbaiki supaya tidak merugikan orang lain maupun narasumber.

“Wartawan juga perlu memerhatikan akan bahaya berada di dalam lingkungan industri pabrik seperti PT PIM, karena keselamatan saat liputan pun harus dikedepankan apabila terjadi sesuatu hal yang dianggap berbahaya,” ujar Nasir.

Direktur Keuangan & Umum PT PIM, Rochan Syamsul Hadi, menyebutkan sejak Januari-Februari 2022 pabrik PIM-1 telah dioperasikan kembali setelah selama 10 tahun stop/idle (terakhir 2012). Namun, karena keterbatasan pasokan gas pabrik-1 kembali dihentikan, dan saat ini menunggu kepastikan pasokan gas.

“Pabrik PIM-1 dilakukan preservasi kembali dengan tujuan untuk memelihara dan menjaga agar pabrik tetap terpelihara serta siap dioperasikan apabila gas tersedia,” ujar Rochan.

Sedangkan pabrik PIM-2 beroperasi normal dengan pasokan gas dari Medco Aceh Timur dan PGE (Blok B) Aceh Utara.[]