Genap tiga minggu (05-28 Agustus) selepas keberangkatannya dari Aceh Utara, hari ini Aulia, salah satu perwakilan dari 15 siswa pertukaran pelajar SMP se-Indonesia kembali lagi ke kampung halamannya. Ia adalah satu-satunya perwakilan Aceh dalam program Sabang Merauke ini, yang membawanya ke Jakarta untuk belajar tentang ke-Indonesia-an serta toleransi.
Selama tiga minggu, ia dan seluruh peserta Sabang Merauke diajak berkeliling Jakarta, melihat bangunan-bangunan bersejarah Indonesia, hingga bertemu tokoh ternama seperti Ahok (Gubernur DKI Jakarta) serta Anies Baswedan (mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan).
Dari sinilah mereka mendapat banyak bertukar pendapat dan merasakan toleransi. Ketika ditemui siang tadi di Bandara Malikussaleh Lhokseumawe, Aulia menceritakan pengalamannya sekaligus menyampaikan bahwa ia bercita-cita untuk melanjutkan SMA di Jakarta. Bahkan, ia pun mengungkapkan keinginannya untuk kuliah penerbangan di Jerman nantinya.
Kalau saya sudah besar, saya ingin mengembangkan Bandara Malikussaleh agar lebih luas, tukasnya saat kembali bertemu dengan keluarganya. Kedatangan Aulia pun disambut hangat oleh keluarga, Guru SDN 25 Sawang, Guru Indonesia Mengajar, hingga penggerak Turun Tangan Lhokseumawe.
Saya sangat senang bisa berjumpa dengan Aulia, ia telah menginspirasi saya untuk meneruskan semangat toleransi. Untuk periode selanjutnya, Turun Tangan ingin mengkoordinir pendaftaran program Sabang Merauke dan menjadikan Aulia sebagai narasumbernya. Saat ini masih tahap diskusi dengan pendirinya, kata Heru, Koordinator Turun Tangan Lhokseumawe.
Pengalaman Aulia dalam acara ini dihharapkan akan menular ke teman-teman di sekolahnya, sehingga ia bisa memberikan inspirasi. Harapannya, Ia bisa menjadi duta Indonesia dan toleransi sehingga di tahun-tahun berikutnya, akan ada lebih banyak anak seperti dia yang mau untuk bermimpi lebih tinggi lagi serta bisa menjalin persaudaraan dengan seluruh anak di Indonesia tanpa membedakan ras, suku, maupun agama.[]
Dikirim oleh Arina Resyta Rahma

