LHOKSUKON — Sebanyak 32 guru mengikuti pelatihan Gerakan Guru Pelopor. Gerakan yang diinisiasi oleh Indonesia Mengajar ini dilaksanakan selama lima hari sejak 25 – 29 September 2017 di Aula UPTD Lhoksukon.

Gerakan Guru Pelopor ini digagas oleh Pengajar Muda Indonesia Mengajar Aceh Utara bersama seluruh stakeholder mulai dari komunitas, dinas, Dewan Perwakilan Rakyat Komisi K, hingga Sekda Aceh Utara dengan tujuan untuk meneruskan keberlanjutan asa dan cita-cita Indonesia Mengajar untuk mengembang pendidikan di Aceh Utara.

Pelatihan Gerakan Guru Pelopor ini diikuti oleh 32 guru terbaik dari 10 UPTD di Aceh Utara, yaitu Syamtalira Bayu, Samudera, Syamtalira Aron, Lhoksukon, Cot Girek, Tanah Luas, Matangkuli, Tanah Jambo Aye, Seunuddon dan Baktiya.

Kegiatan ini diisi oleh pemateri dan guru guru dari SD Sukma Bangsa Lhokseumawe dengan sukarela. Suka cita terpancar dari wajah bapak dan ibu guru yang baru pertama kali mengikuti pelatihan dengan gaya andragogi, pembelajaran kreatif dan pelibatan aktif peserta.

Materi yang disajikanpun banyak membuat guru-guru penasaran seperti gaya belajar anak, kreatif calistung dan matematika, manajemen kelas, positif disiplin, internet (download video ajar), hingga lokakarya.

Bu Cut Nuraini, salah satu guru dari UPTD Matangkuli selaku perwakilan guru mengatakan, “pelatihan seperti ini yang sangat kami tunggu-tunggu, pelatihan ini sangat berbeda dengan pelatihan pelatihan sebelumnya. Bapak dan ibu guru begitu semangat setiap harinya, pembelajaran kreatif membuat pelatihan ini tidak membosankan, kami belajar ice breaking, sinyal tepuk-tepuk dan pembelajaran kreatif untuk diterapkan di kelas.”

Acara ditutup dengan sambutan dari perwakilan dinas yang diwakilkan oleh Bapak Zulkarnain selaku Kepala Bagian Pendidikan Dasar. Adanya harapan yang disampaikan oleh Pak Zulkarnain antara lain perlunya keberlanjutan gerakan ini dengan dukungan seluruh stakeholder untuk meningkatkan kualitas pendidikan Aceh Utara, serta guru-guru peserta gerakan pelopor ini nantinya mampu membagikan ilmunya baik di tingkat sekolah, gugus maupun kabupaten.[]

Dian Novalita

Team KOMSOS PENGAJAR MUDA XIII
Indonesia Mengajar