Oleh: Reza Fahlevi

Jika Anda ke Aceh, bukan hanya Pulau Weh yang menjadi magnet ikon wisata bawah lautnya.

Namun kini, ada satu lagi wilayah kepulauan di Aceh yang tidak kalah menarik untuk dikunjungi, yaitu Pulau Banyak dengan ibu kota kecamatannya Pulau Balai. Pulau ini terletak di wilayah teritorial Kabupaten Aceh Singkil dengan wilayah gugusan pulau seluas 27,196 ha dan langsung berbatasan dengan Samudera Hindia.

Letaknya persis di ujung barat Pulau Sumatera, berkerumun 99 pulau dengan terumbu karang dan penyu hijau yang berpotensi menjadi andalan wisata bahari di Aceh.

Gugusan pulau yang tersebar di wilayah ini memiliki keindahan bawah laut yang memesona.

Jika Anda pencinta alam bawah laut, pulau ini dapat menjadi salah satu tujuan wisata yang patut Anda pertimbangkan untuk dikunjungi. Di sini ada ribuan batu karang yang bertebaran, di pantai-pantai gugusan pulau terbentang pasir putih yang bersih, lautnya yang sangat alami tampak menyatu dengan luasnya langit biru. Airnya pun jernih, dihiasi terumbu karang dengan ribuan ikan hias.

Suasananya yang aman dan tenang tanpa kebisingan menyelimuti setiap langkah melewati gugusan pulau ini, membuat kita betah berlama-lama di sini.

Inilah bentuk keindahan yang ditawarkan pulau nan eksotik itu kepada para pengunjung di Pulau Banyak.

Festival Pulau Banyak

Untuk mempromosikan dan menumbuhkembangkan daya tarik bagi wisatawan dalam dan luar negeri, kini Pemerintah Aceh Singkil bersama KNPI dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh menggelar Festival Pulau Banyak di Pulau Balai yang berlangsung pada 24-25 Juli 2016.

Perhelatan ini menampilkan beberapa pagelaran keragaman masyarakat dan budaya Aceh Singkil, lomba memancing, dan  kegiatan peningkatan pelayanan bagi wisatawan.

Pulau Banyak bertabur pesona. Setiap jengkal lautnya memiliki keindahan yang setara pulau-pulau bahari lain di Indonesia. Ke-99 pulau itu layak dikembangkan menjadi objek wisata andalan.

Wisatawan bisa snorkling, diving, dan menikmati atraksi seni budaya serta kuliner Pulau Banyak. Begitulah penjelasan singkat Bupati Aceh Singkil kepada kami beberapa hari lalu.

Keberagaman di pulau ini juga menjadi daya tarik yang membuat kita yakin akan kekayaan republik ini.

Ada banyak suku yang mendiami kepulauan ini, bukan hanya Aceh, ada juga Minangkabau, Nias, Batak, dan Jawa.

Pencampuran suku dan budaya menjadi daya tarik tersendiri bagi kita yang berkunjung ke sini. Inilah pluralisme yang menyatu di bumi Hamzah Fansuri. Ujar bupati kepada kami.

Berbagai potensi inilah yang dikemas dalam Festival Pulau Banyak tahun ini.

Menyatu dalam Keindahan Alam

Pada perhelatan kali ini, bagi para pengunjung disuguhkan tarian tradisional, seperti Tari Gelombang, Arak Jikir, Tari Rande, Tari Padang, Menyerak, Tari Bungkus, Tari Adok, Tari Pulo Pinang, Tari Anak, Tari Lansir Madam, Tari Maina Gese, yang semuanya memberikan tontonan berkualitas khas Pulau Banyak.

Semua event ini digelar untuk mempromosikan Pulau Banyak sebagai salah satu destinasi wisata halal di Aceh.

Harapan kita, sektor wisata menjadi salah satu sektor andalan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat Pulau Banyak.

Mempersiapkan masyarakat dan pelaku industri pariwisata di Pulau Banyak agar memiliki kualitas yang baik dalam melayani wisatawan juga menjadi prioritas di seluruh rangkaian kegiatan ini.

Untuk mencapai hal itu tentu seluruh komponen masyarakat Pulau Banyak harus saling bersinergi.

Hasil kunjungan kegiatan ini akan menjadi bahan evaluasi dan tindak lanjut untuk merencanakan kegiatan pelatihan, seperti pelatihan guide, pelatihan pengelola kuliner, pelatihan snorkling dan dive guide, pelatihan pengelola homestay.

Di samping itu pula, pemerintah dan masyarakat akan bersinergi untuk peningkatan fasilitas-fasilitas dasar publik pada objek destinasi wisata, seperti musala, toilet, dan ruang ganti.

Festival Pulau Banyak menjadi harapan baru untuk wilayah ini berkembang dan maju pesat di industri wisata.

Event tahunan di kepulauan ini akan dilaksanakan secara konsisten dan kontinu sehingga akan semakin baik dan wisatawan pun akan semakin banyak berkunjung ke daerah ini.

Berikut penjelasan menuju Pulau Banyak.

Transportasi tujuan Aceh Singkil  ada 2 cara:

Banda Aceh-Singkil, menggunakan transportasi darat dengan kendaraan umum atau menggunakan kendaraan pribadi lebih kurang 10 jam perjalanan melewati wilayah pantai barat, Aceh, melalui Kabupaten Aceh Jaya, Aceh Barat, Nagan Raya, Abdya, dan Aceh Selatan. Sesampai di Kota Singkil, perjalanan dilanjutkan lagi ke pelabuhan Singkil dengan waktu tempuh 10 menit. Setelah itu menyeberang menggunakan transportasi laut speedboat 45 menit dan kapal feri 3 jam dengan tujuan Ibu Kota Kecamatan Pulau Banyak, yaitu Pulau Balai. Fasilitas penginapan tersedia homestay.

Medan/Kualanamu – Singkil, transportasi udara. Hanya tersedia 2 kali dalam seminggu, yaitu setiap Selasa, pukul 14.20 WIB, dan Sabtu pukul yang sama pula. Jarak tempuh Kualanamu-Bandara Hamzah Fansuri/Singkil, yaitu 45 menit. Dari Bandara Hamzah Fansuri – Pelabuhan Singkil dengan waktu tempuh 25 menit menggunakan transportasi umum seperti becak dan mobil sewa. Untuk menyeberang tetap menggunakan speedboat 45 menit dan kapal feri 3 jam, tujuan Pulau Balai Kota, Kecamatan Pulau Banyak.[]

*Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Aceh