MATARAM – Kegiatan International Conference ASEAN Muslim Students Association yang akan berlangsung di Pulau Lombok Provinsi NTB pada 22-25 Maret 2017. Kegiatan yang berlangsung selama empat hari itu diadakan di dua tempat, pertama lokasi untuk kegiatan Pembukaan dan Seminar International di Kota Mataram, kedua berlokasikan di Lombok Tengah tempat untuk International conference sekaligus sebagai tempat Field Trip.
“Lokasi kegiatan yang akan kita adakan nanti ada dua lokasi. Pertama; di Kota Mataram selama 2 hari kegiatan untuk Pembukaan dan Seminar International dan lokasi kedua di Lombok Tengah selama 2 hari sebagai tempat untuk kegiatan International Conference sekaligus lokasi Field Trip,” ungkap Kraeng Hamid selaku Directur Program International Conference.
International Conference ASEAN Muslim Students Association atau biasa disingkat AMSA dijadwalkan dibuka oleh Gubernur Nusa Tenggara Barat TGB. Dr. Muhammad Zainul Majdi, MA bersama seluruh jajaran SKPD Provinsi NTB dan Kementerian Pemuda Dan Olahraga yaitu Imam Nahrawi, KAPOLDA NTB, Kepala Korem NTB, serta president AMSA Safwan Noer. Dengan tema kegiatan ASEAN As The Main Point of World Halal Tourism.
“Peserta kegiatan IC AMSA ini berasal dari seluruh Pemuda Muslim kawasan ASEAN. Dan tidak terlepas juga dari tamu-tamu undangan dari Negara-Negara sahabat lain. Jadi, untuk peserta kegiatan International Conference Pemuda Muslim ASEAN dan sampai saat ini kita akan coba mengundang Negara-Negara sahabat. Sampai saat ini panitia Sudah mendapatkan konfirmasi Negara sahabat yang hadir adalah Bangladesh dan Pakistan,” ungkap Kraeng Hamid lagi.
Kegiatan International ini cukup menguras pikiran dan tenaga dengan kebutuhan finansial yang cukup besar. Sampai saat ini setelah melakukan penghitungan Rencana Anggaran Biaya atau RAB mencapai 700 juta total keseluruhannya.
“Cukup besar biaya finansial yang dibutuhkan dalam mensukseskan acara ini. Kita sudah menyebarkan proposal kegiatan keseluruh instansi-instansi Pemerintahan dan perusahaan swasta untuk mendapatkan dukungan,” kata Kraeng Hamid asli Putra Flores, Manggarai Barat – Merombok.[] (rel)

