BANDA ACEH – Mawardi Ali, yang unggul dalam pilkada Aceh Besar berjanji akan membangun Aceh Besar berdasarkan potensi ekonomi wilayah. Hal itu ia sampaikan dalam konferensi pers di Sekretariat Bersama Jurnalis Aceh di Banda Aceh, Kamis, 16 Februari 2017.

“Di sektor ekonomi khususnya kita gerakkan di bidang pertanian, terus ekonomi yang ingin dibangun adalah ekonomi masyarakat, namanya pembangunan ekonomi yang berbasis mukim dan gampông,” kata Mawardi Ali.

“Kita bangun supaya akses modalnya lebih mudah dengan membangun lembaga-lembaga mikro keuangan supaya mereka bisa tumbuh lebih bagus,” katanya lagi. 

Mawardi Ali yang berpasangan dengan Husaini A. Wahab sebagai paslon bupati-wakil bupati Aceh Besar periode 2017-2022, juga berjanji akan mengembangkan Pulo Aceh secara serius. Di kecamatan ini ia mendulang suara sekitar 69,15 %.

“Pulo Aceh sebenarnya potensinya luar biasa di sana, sektor pariwisata dengan sektor perikanan sangat menjanjikan. Kami waktu kampanye sudah berjanji dengan mereka bahwa kita akan membangun sebuah kawasan khusus di Pulo Aceh itu berdasarkan potensi ekonomi yang sudah ada, khusus wisata dan juga bidang perikanan,” kata Mawardi Ali.

Terkait sulitnya transportasi ke Pulo Aceh, Mawardi berjanji akan mengupayakan moda transportasi yang lebih baik lagi, agar Pulo Aceh tidak lagi terisolir dan tertinggal.

“Kita upayakan nanti transportasi mereka itu bisa lebih bagus. Kita harus bisa berpikir ke arah ke sana sehingga mudah-mudahan masyarakat kita di sana mereka bisa lepas dari daerah yang terisolir selama ini dan daerah-daerah yang tertinggal, di sana sangat banyak masih masyarakat miskin,” kata Mawardi.

Selain fokus akan ekonomi, Mawardi Ali juga fokus terhadap lingkungan dengan program prioritas pada 100 hari bekerja, yaitu membersihkan sampah-sampah yang ada di pesisir.

“Di daerah Aceh Besar ini darurat sampah, banyak sekali sampah, sehingga satu bulan relawan kita itu bekerja enam truk setiap hari mengangkut sampah. Jadi sebelum terpilih kita sudah bekerja sebenarnya. Itu program yang kita prioritaskan,” kata Mawardi Ali.

Mawardi Ali juga menjelaskan bahwa dia lebih mengutamakan investasi yang tidak merusak potensi alam. “Memang bagus pertambangan di Aceh Besar, tetapi ini kita sebentar lagi dulu lah, kita buat perkembangan, jangan dululah. Jadi investasi-investasi potensi alam lainnya seperti pariwisata yang merupakan industri pariwisata yang sangat menjanjikan di wilayah Aceh Besar dan juga investasi-investasi lain yang memungkinkan,” kata Mawardi.[]