BLANGKEJEREN – Sawah yang baru ditanami padi oleh warga Desa Pasir dan Desa Pulo Gelime, Kecamatan Tripe Jaya, Kabupaten Gayo Lues, terendam banjir luapan sungai Tripe setelah kawasan itu diguyur hujan deras, Senin, 22 November 2021, malam.

Wakil Ketua I DPRK Gayo Lues, H. Ibnu Hasim, Selasa, 23 November 2021, mengatakan sekitar 25 hektare sawah warga Desa Pasir dan Pulo Gelima yang terendam banjir.

“Banjir itu terjadi setelah tembok penahan atau beronjong sungai jebol, sehingga air masuk ke persawahan warga yang baru ditanami padi. Masyarakat sangat berharap agar Pemerintah Daerah kembali membangun tembok penahan yang dibangun delapan tahun silam itu,” kata Ibnu.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gayo Lues, Suhaidi, mengaku sudah mengetahui informasi tersebut. Akan tetapi, tim BPBD belum melihat langsung ke lokasi lantaran ada musibah tanah longsor di Kecamatan Pantan Cuaca.

“Tim kita akan turun ke lokasi dulu untuk mengetahui dan memetakan penyebab terjadinya banjir tersebut, baru kita carikan solusinya. Namun, jika beronjong atau tembok penahan harus dibangun, maka kami akan mengusulkan anggaranya ke provinsi atau pusat. Karena anggaran daerah tidak sanggup menanganinya,” kata Suhadi melalui telepon WhatsApp.[]