BLANGKEJEREN – Dua warga Desa Suri Musara, Kecamatan Pantan Cuaca, Kabupaten Gayo Lues, dilaporkan tertimbun tanah longsor di Desa Cane Baru, Senin, 22 November 2021, malam. Kakek dan cucunya itu baru berhasil dievakuasi tim gabungan beberapa jam setelah kejadian dengan kondisi sudah tidak bernyawa.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gayo Lues, Suhaidi, Selasa, 23 November 2021, mengatakan dua korban tanah longsor di jalan lintas Gayo Lues dan Aceh Tengah itu adalah Adam (40) dan cucunya, Salwa Fitri (3).
“Kejadianya bermula pada pukul 21:30 WIB terjadi tanah longsor di daerah Desa Cane Baru, tak berselang lama, kemudian tiba rombongan kakek dan cucu ini. Rombongan ini baru pulang mengantar pengantin pria (di Gayo disebut: Mah Bai) dari Kecamatan Putri Betung mengendarai mobil,” kata Suhaidi melalui telepon WhatsApp.
Di lokasi longsor itu, kata Suhadi, mobil rombongan berhenti. Satu persatu penumpang turun dari mobil dan melintasi tanah longsor dengan berjalan kaki. Saat Adam yang mengendong Salwa Fitri berada di tengah longsor, tiba-tiba datang air dari anak sungai, sehingga kakek dan cucunya itu terseret arus sungai dan tanah.
“Salwa Fitri ditemukan kurang lebih satu kilometer dari lokasi kejadian pada Senin, pukul 23:00 WIB, sedangkan kakeknya, Adam, baru ditemukan hari ini Selasa pukul 08:30 WIB sekitar 200 meter dari lokasi kejadian. Adam ditemukan di sungai dengan kondisi tersangkut di batang pohon,” ungkap Suhadi.
Suhadi menyebut dua korban tanah longsor itu sudah dibawa kekediamanya di Desa Suri Musara, dan akan dimakamkan di pemakaman umum setempat. Untuk meringankan beban keluarga, BPBD akan menuju kediaman korban untuk memberikan bantuan.
“Tanah longsor yang terjadi di jalan lintas nasional Gayo Lues-Aceh Tengah sudah bisa dilintasi dua jam setelah kejadian longsor, saat ini sudah aman dilintasi,” jelasnya.[]




