SUBULUSSALAM – Puluhan pelajar SMP dan SMA sederajat di Kota Subulussalam mengikuti lomba puisi 'Syair Perahu' karya Syekh Hamzah Fansuri yang digelar komunitas budaya tergabung dalam organisasi Perhembun Kemeke, Sabtu, 12 November 2016.
Ketua Panitia Hazaruddin Limbong mengatakan kegiatan ini untuk memperkenalkan puisi 'Syair Perahu' karya Syekh Hamzah Fansuri kepada pelajar. Syekh Hamzah Fansuri, salah satu ulama legendaris Aceh, dikenal sebagai ahli sufi, tasawuf dan juga sastrawan.
Makam ulama nusantara tersebut berada di Desa Oboh, Kecamatan Runding, Kota Subulussalam atau berjarak sekitar 45 jam perjalanan dari pusat kota yang berada di Kecamatan Simpang Kiri menuju ke Oboh di pinggiran sungai Souraya.
“Melalui kegiatan lomba puisi Syair Perahu karya Syekh Hamzah Fansuri ini maka pelajar akan mengetahui bahwa di Subulussalam ada seorang ulama besar. Semoga ini akan memberikan motivasi bagi mereka untuk belajar dan mengikuti jejak Syekh Hamzah Fansuri dalam menuntut ilmu,” katanya.
Ia menambahkan, ide kegiatan ini muncul sehubungan memperingati Hari Pahlawan 10 November 2016. Pelajar sebagai generasi penerus bangsa, khususnya di Kota Subulussalam diharapkan mengetahui para tokoh dan ulama berasal dari Bumi Sada Kata.
“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya, ini yang perlu kita tanamkan kepada generasi muda,” ungkapnya.
Lomba ini digelar Perhembun Kumeke sebuah organisasi lintas budaya suku Pakpak di Kota Subulussalam yang aktif bergerak di bidang seni budaya lokal. Sehingga komunitas ini terinspirasi untuk menggelar lomba puisi 'Syair Perahu' karya Syekh Hamzah Fansuri yang sangat populer.
Berikut petikan 'Syair Perahu' karya Syekh Hamzah Fansuri yang diperlombakan di kalangan pelajar di Kota Subulussalam:
Inilah gerangan suatu madah
Mengarangkan Syair terlalu indah
Membetuli jalan tempat berpindah
Di sanalah i'tikad diperbetuli sudah
Wahai muda kenali dirimu
Ialah perahu tamsil tubuhmu
Tiadalah berapa lama hidupmu
Ke akhirat jua kekal diammu
Hai muda arif budiman
Hasilkan kemudi dengan pedoman
Alat perahumu jua kerjakan
Itulah jalan membetuli insan.[]




