SIGLI – Diduga keracunan, puluhan siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) Swasta Tgk Syik Dayah Cut, Kecamatan Tiro, Pidie, dilarikan ke RSU Tgk Abdullah Syafii, Beurunuen, Pidie, Rabu, 24 Juli 2024, sekira pukul 09:00 WIB.
Pantauan portalsatu.com/, di Ruangan Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSU Tgk Abdullah Syafii, 26 siswa dan siswi yang terbaring lemas. Para siswa itu didampingi keluarganya. Petugas medis terlihat sibuk melakukan penanganan pasien tersebut.
Direktur RSU Tgk Abdullah Syafii, dr. Kamaruzzaman, Rabu (24/7), mengatakan pihaknya kedatangan pasien itu sekira pukul 09:15 WIB, setelah lebih dahulu ditangani Puskesmas Tiro, sekira pukul 08:15 WIB.
"Ada 26 pasien yang kita tangani di IGD. Semua sudah dilakukan pemeriksaan dan langsung ditangani medis. Semua mereka merupakan siswa MTs Swasta Tgk Chik Dayah Cut, Tiro," jelas Kamaruzzaman.
Dari 26 siswa, enam di antaranya siswi diduga keracunan setelah mengkonsumsi nasi gurih yang dijual di kantin sekolah mereka. Setelah beberapa saat sarapan para siswa langsung merasa mual dan pusing- pusing.
"Mereka perlu observasi selama enam jam. Setelah itu jika sudah sehat baru bisa diizinkan pulang. Berarti secara medis aman dan tidak berbahaya kesehatan mereka," ujarnya.
Kepala MTs Tgk Chik Dayah Cut, Tarmizi, mengaku tidak tahu persis penyebab keracunan. Menurutnya, mungkin saja dari nasi gurih atau jajanan lain di kantin. Memang, saban hari para siswa sebelum masuk sarapan di kantin. Penjual nasi di kantin sudah berlangsung sejak enam tahun lalu dan belum pernah ada kejadian keracunan.
"Ini mungkin musibah. Saat ini polisi sudah mengambil sampel nasi dan minuman teh serta makanan lain untuk diperiksa," ujar Tarmizi.
Tarmizi menyebut semua pasien sudah membaik, meski ada dua orang yang sebelumnya kondisinya parah.
Menurut Tarmizi, jumlah siswa di MTs yang dipimpinnya 208 siswa. Sebanyak 26 siswa yang keracunan, sementara siswa lainnya aman dan sehat.
Kasus keracunan siswa cepat tersebar, sehingga Kapolres dan Pj Bupati Pidie langsung menjenguk pasien di IGD RSU Tgk Abdullah Syafii.
Sementara Kasat Reskrim Polres Pidie, AKP Dedy Miswar, kepada portalsatu.com/, mengaku pihaknya sedang mendalami kasus dugaan keracunan siswa. Sampel nasi dan makanan lain sudah dikirim ke Laboratorium di Banda Aceh.
"Kita sudah ambil sampel nasi dan makanan dari kantin sekolah untuk diuji lab. Setelah diuji baru kita ketahui apa penyebab keracunan mereka," kata Kasat.[](Zamahsari)






