LHOKSEUMAWE – Puluhan warga Rohingya yang berada di kamp Balai Latihan Kerja (BLK) Gampong Meunasah Mee, Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe, dilakukan rapid test antigen oleh petugas Dinas Kesehatan (Dinkes) Lhokseumawe, Rabu, 24 Maret 2021.
Rapid test dilakukan lantaran pengungsi Rohingya itu akan dipindahkan ke Medan, Sumatera Utara, secara bertahap.
Informasi diperoleh portalsatu.com/ dari pihak International Organization for Migration (IOM), pemindahan pengungsi Rohingya itu merujuk Perpres No. 125 Tahun 2016 tentang Penanganan Pengungsi dari Luar Negeri, dan Peraturan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Nomor 4 Tahun 2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Kepmenko Polhukam Nomor: 82 Tahun 2020 tentang Satgas Penanganan Pengungsi dari Luar Negeri Kemenko Polhukam, serta Surat Undangan Deputi Bidkoor Kamtibmas Kemenko Polhukam Nomor: UN-204/KM/00.02/2/2021, tanggal 3 Februari 2021, perihal Undangan Rapat Koordinasi Membahas Permasalahan Penanganan Pengungsi dari Luar Negeri di Kota Medan, Provinsi Sumut.
Sekretaris Dinas Kesehatan Lhokseumawe, dr. Helizar, mengatakan pemeriksaan kesehatan bagi warga Rohingya rutin dilaksanakan, kerja sama IOM, BPBD, UNHCR dengan Dinkes. Kali ini pihaknya melakukan rapid test antigen untuk 36 pengungsi Rohingya yang akan dipindahkan ke Medan.
“Jadi, sebelum pemindahan itu perlu diperiksa kondisi kesehatannya untuk melihat apakah mereka terinfeksi Covid-19 atau tidak. Hasil rapid test antigen ini rata-rata negatif dari Covid-19. Pemeriksaan juga termasuk tekanan darah, suhu tubuh yang dilakukan baik oleh dokter dari IOM maupun Dinkes Lhokseumawe terhadap 36 pengungsi Rohingya terdiri anak-anak dan dewasa,” kata Helizar kepada wartawan.
Helizar menyebut pihaknya belum mengetahui secara pasti jumlah pengungsi Rohingya yang masih menempati kamp BLK itu. Namun, kata dia, berdasarkan informasi diperoleh bahwa warga Rohingya yang berada di kamp BLK sekitar 92 orang.
“Kita (Dinkes) selama ini bukan hanya melakukan rapid test untuk para pengungsi. Di sini juga dilaksanakan pemeriksaan kesehatan seperti biasa pada hari tertentu. Sedangkan hari ini (Rabu) khusus diperiksa dengan cara rapid test antigen bagi 36 orang yang akan dipindahkan ke Medan,” ujar Helizar. []



