Salah satu pekerjaan yang sangat dianjurkan di dalam Islam adalah bersedekah. Tidak sedikit nash yang mengupas permasalahan tersebut. Salah satunya sebagaimana Rasulullah SAW bersabda : “Barangsiapa yang bersedekah semisal satu butir kurma dari hasil kerja yang baik dan halal dan Allah tidak akan menerima kecuali yang baik maka Allah akan menerimanya dengan tangan kanan-Nya.”
Dalam hal ini, Allah menerimanya dan memberkatinya serta memeliharanya untuk pemiliknya, sebagaimana salah seorang dari Anda memelihara anak kudanya (kuda itu akan terus beranak pinak hingga banyak ). Sampai kurma tersebut menumpuk seperti gunung.
Di dalam sebuah riwayat dikatakan: “Sebagaimana salah seorang dari Anda memilhara anak kudanya. “Sekalipun sedekah itu hanya sesuap, sungguh ia akan menjadi sebesar gunung Uhud. Sebagaimana firman Allah swt. : “Tidaklah mereka mengetahui bahwasanya Allah menerima taubat dari hamba-hambanya dan menerima sedekah.” (QS. At-Taubah :104).
Dan firman-Nya :”Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah.” (QS. Al-Bawarah :276)
Sedekah tidak akan mengurangi harta benda barang sedikitpun. Allah tidak akan menambah sesuatupun kepada seorang hamba yang memberikan pengampunan kecuali Dia akan menganugerahkan kemuliaan kepadanya.
Seseorang yang merendahkan diri karena Allah tidak akan mendapatkan apapun melainkah keagungan, dan Allah Azza wa Jalla akan mengangkat derajatnya.
Di dalam sebuah riwayat At-Thabrani dikatakan : “Tidaklah sebuah sedekah akan mengurangi harta, dan tidaklah seorang hamba mengulurkan tangan untuk bersedakah itu akan jatuh pada tangan Allah“. Yakni Allah menerimanya dan ridha dengannya sebelum jatuh ke tangan orang yang meminta.
Dan tidaklah seorang hamba membuka sebuah pintu permintaan (meminta-minta) yang semestinya harus dihindari kecuali Allah membukakan baginya sebuah pintu kefakiran.
Seorang hamba berkata : “Hartaku-hartaku, padahal sesungguhnya hak baginya dari harta yang dimilikinya itu, hanya tiga hal, yaitu apa yang dimakan lalu musnah; apa yang dia pakai lalu menjadi usang; dan apa yang dia berikan lalu dia pelihara (pahalanya sebagai simpanan). Sedang selain itu semua, akan ditinggalkan buat orang lain.”
Diriwayatkan dalam sebuah hadis : “Tidaklah ada seorang pun di antara Anda kecuali Allah akan berbicara degannya tanpa penerjemah. Ketika dia mendang ke arah kanannya, tidak dilihatnya kecuali amal yang telah dia ajukan dan dia memandang ke arah kirinya, tidak dilihatnya kecuali amal yang telah diajukannya, dan ketika dia memandang ke depan, dia pun tidak melihat kecuali neraka. Maka takutlah kepada Neraka walaupun hanya dengan separuh buah kurma”
Di dalam sebuah hadis : “Hendaklah seorang dari Anda memilihara wajahnya dari neraka walaupun hanya dengan separuh buah Kurma.”
Nabi Muhammad SAW bersabda: “Sedekah itu akan memadamkan kesalahan sebagaimana air yang berpotensi dapat memadamkan api.”
Wahai Ka'ab bin 'Ujrah, sesungguhnya tidak akan masuk syurga daging dan darah yang tumbuh dari barang haram, neraka lebih berhak baginya.
Hai Ka'ab bin 'Ujrah, manusia itu adalah bagai dua orang yang bangun pagi-pagi. Seorang dari mereka bergegas dalam membebaskan dirinya, maka dia berhasil memerdekakan dirinya, dan seorang lagi bergegas membinasakan dirinya.
Hai Ka'ab bin 'Ujrah, salat adalah ibadah untuk mendekatkan diri kepada Allah, puasa adalah benteng dan sedekah akan menghapus kesalahan sebagaimana air yang mengalir di atas batu. Di dalam sebuah riwayat lain dikatakan : “Sebagaimana potensi air memadamkan api”
Sesungguhnya sedekah benar-benar akan memadamkan kemurkaan Allah dan menjadi penghalang mati dalam keadaan jahat. Dalam riwayat lain: ” Sesungguhnya Allah menolak tujuh puluh pintu dari kematian yang buruk dengan sedekah.”[]






