KUALA LUMPUR – Raja Diraja Malaysia, Yang di-Pertuan Agong, Al-Sultan Abdullah Ri'ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah, menyambut Presiden Iran Hassan Rouhani dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di Istana Negara Malaysia, Rabu, 18 Desember 2019.
Media Malaysia Bernama dan dikutip New Straits TImes, menyiarkan, kedua pemimpin berada di negara itu untuk menghadiri KTT Kuala Lumpur (KL Summit) 2019 yang berlangsung mulai 18 Desember hingga Sabtu.
Pertemuan itu adalah yang pertama bagi kedua pemimpin dengan Yang Mulia sejak Al-Sultan Abdullah terpilih sebagai Yang ke-Pertuan Agong ke-16 pada Januari.
Dalam pertemuan 20 menit dengan Rouhani dari jam 5.35 sore, kedua pemimpin membahas langkah-langkah untuk lebih meningkatkan hubungan bilateral dan hubungan perdagangan antara Malaysia dan Iran.
Kedua pemimpin juga telah menyinggung tentang perlunya lebih banyak upaya oleh kedua negara untuk mengidentifikasi dan mengembangkan kerjasama potensial dalam perdagangan dan investasi untuk kepentingan kedua negara.
Sementara itu, dalam pertemuan 30 menit dengan Erdogan dari pukul 6.47 siang, kedua pemimpin, selain dari langkah-langkah untuk lebih memperkuat hubungan bilateral, juga membahas perlunya sektor swasta dari kedua negara untuk memainkan peran yang lebih aktif dalam mengeksplorasi peluang perdagangan dan investasi di Malaysia dan Turki.
Yang Mulia juga mendorong dan mengundang sektor swasta Turki untuk berinvestasi di Malaysia, khususnya di sektor manufaktur dan jasa.
Yang Mulia menyampaikan Pidato Kerajaan pada upacara pembukaan KTT di Kuala Lumpur Convention Center 19 Desember.
KTT itu akan antara lain menggali mencari solusi baru untuk masalah yang mempengaruhi dunia Islam dan berkontribusi terhadap peningkatan situasi bagi umat Islam dan negara-negara Muslim.[]



