SIGLI – Seorang perempuan berumur 63 yang meninggal dunia di Rumah Sakit Umum (RSU)  Tgk. Chik Ditiro, Sigli, Pidie, Rabu, 2 September 2020, proses pemakaman jenazahnya menerapkan protokol kesehatan Covid-19 karena hasil rapid test reaktif. Namun, hasil uji swab belum keluar.

Prosesi fardu kifayah jasad nenek yang merupakan warga Kecamatan Pidie tersebut berlangsung lancar di sebuah pemakaman umum gampong,  Rabu malam. Para petugas penguburan memakai alat pelindung diri (APD) kesehatan Covid-19.

Berdasarkan informasi dihimpun portalsatu.com/, nenek itu awalnya dirawat di Rumah Sakit Umum Mufid. Setelah dilakukan rapid test oleh petugas medis, ternyata hasilnya reaktif sehingga pasien tersebut dirujuk ke RSU Tgk. Chik Ditiro sebagai rumah sakit rujukan Covid-19.

Kepala Bidang Pelayanan RSU Tgk. Chik Ditiro, dr. Dwi Wijaya kepada  mengatakan hasil uji swab belum keluar sehingga belum bisa dipastikan positif, meski rapid test di RS Mufid beberapa hari lalu  reaktif.

“Kita sedang menunggu hasil uji swab.  Kalau rapid test yang dilakukan petugas medis Mufid, memang reaktif,” jelas Dwi, Jumat, 4 September 2020.

Menurut Dwi, meski hasil uji swab belum keluar,  prosesi pemakaman jasad nenek itu tetap dilakukan dengan penerapan protokol kesehatan.

Manajemen RSU Mufid kepada wartawan mengakui pasien tersebut mulanya masuk ke rumah sakit itu. Namun, setelah rapid test reaktif, pasien itu langsung dirujuk ke RSU Tgk. Chik Ditiro. 

“Semua berkas tentang pasien itu juga sudah ke RSU Tgk. Chik Ditiro,” ujar Direktur RS Mufid, dr. Putri Ilham Sari melalui WhatsApp, Jumat.[]