LHOKSUKON – Demam Om Telolet Om menular ke berbagai lapisan masyarakat. Beragam video dari sejumlah pelosok negeri pun mulai bertebaran di YouTube dan jejaring sosial.
Tak mau ketinggalan, Al-Munawir alias Awien, 21 tahun, salah satu rapper dan beatboxer Komunitas Lhoksukon Hip-hop (LUHOP) juga mengikuti trend itu. Alhasil, video parodi Om Telolet Om berdurasi 5 menit 9 detik itu pun meluncur mulus.
Kepada portalsatu.com, Sabtu, 24 Desember 2016, malam, Awien menuturkan, video itu merupakan keisengan dirinya bersama teman-teman. Bahkan suara terompet yang ditiup menggantikan klakson hanya editan semata.
“Sebenarnya hal ini biasa saja, mengingat klakson telolet itu sudah ada sejak lama. Hanya saja hal itu menjadi luar biasa saat mendapat respon dari artis internasional, sehingga menjadi trending topic. Saya ikutan membuat parodinya, bisa dibilang ikut trend juga,” kata mahasiswa Agribisnis Unsyiah Banda Aceh ini sambil tertawa.
Mahasiswa yang memiliki follower 4,7K di Instagram itu, memang sudah terbiasa membuat video parodi dan meme kocak. Bahkan ia juga termasuk salah satu artis Aceh-Vidgram.
Menurut Awien, fenomena Om Telolet Om seakan mengalihkan beberapa isu yang terjadi akhir-akhir ini. Seperti kasus penistaan agama, gempa Aceh, Aleppo, dan lainnya.
Di balik itu, Awien juga menilai, suara klakson telolet itu cukup memecah konsentrasi pengendara.
“Dengan volume segitu, anak kecil bisa kaget dan menangis. Belum lagi ibu-ibu yang hidupin lampu sen kanan, tapi beloknya ke kiri. Bisa bahaya banget, bisa-bisa sepeda motornya malah mengarah ke bus. Volume itu patut menjadi perhatian pihak terkait,” pungkasnya.
Lihat video parodi Om Telolet Om Awien di sini []

