MEULABOH – Pemda Aceh Barat menggelar Safari Subuh di Mesjid Baitul Muttaqin, Kuta Padang. Kegiatan ini sudah menjadi program rutin mingguan yang digilir dan dikoordinir oleh satuan kerja setempat.
Dalam setiap Safari Subuh akan selalu dihiasi dengan Ratib Seribee. Yaitu pola zikir yang dikembangkan oleh Majlis Tasawuf Almukarram H. Amran Wali.
Menurur Tgk.Idrus selaku pemimpin zikir, Ratib Seribee hanya istilah saja. Intinya tetap berpijak pada dalil 'ingatlah Allah sebanyak banyaknya'. Jadi Ratib Seribee ini bukanlah sesuatu yang baru.
Dalam lembar makalah yang dibacakan oleh Tgk Idrus, Almukarram H. Amran Wali berpesan tentang Zaman Jahiliyah. Yaitu zaman sebelum Nabi Muhammad diutus. Kita juga bisa terjebak dalam zaman jahiliyah walau kemajuan materi dan teknologi manusia begitu pesat. Bila saat ini banyak masyarakat kita yang belum memahami Alquran dan Sunnah, maka bermakna bahwa masyarakat kita belum keluar dari zulumat (gelap dan kebodohan) menuju cahaya. Di sinilah perlunya sinergi antara pemerintah dan umara serta masyarakat dalam berta'awun untuk taqwa, kebaikan, keadilan dan kesejahteraan.
Setelah pembacaan makalah tersebut (sebagai pengganti tawajuh), para jamaah dipandu (biasa disebut) khalifah untuk memulai Rateb Seribee.
Lalu ditutup dengan muhasabah diri dan doa.
Para jamaah tampak khidmat dan hanyut dalam zikir. Demikian juga para ibu dan anak anak yang berhadir.[]
Penulis: Taufik Sentana
dari Ikatan Dai Indonesia Kab. Aceh Barat.



