MAKAM ini terbuat dari marmer dan adalah makam terindah di Asia Tenggara. Tidak sedikit pengkaji dari dalam dan luar negeri yang tertarik untuk melakukan penelitian tentang makam ini dari berbagai sisinya, mulai dari rancang bangun sampai motif hiasnya.
Makam ini dihadiahkan untuk mengenang seorang ratu yang pernah menduduki tahta pemerintahan di Sumatra. Ia adalah Al-Malikah Al-Mu’azhzhamah (ratu yang dipertuan agung) Nahrasyiyah binti Zainal ‘Abidin bin Ahmad bin Muhammad bin Al-Malik Ash-Shalih. Ia bergelar Ra Bakhsy Khadiyu yang bermakna: penguasa yang berhati pemurah.
Pada makam ini dipahatkan ayat-ayat Al-Qur’an dalam surah Yasin. Ini untuk menandakan suatu kondisi baik di zaman pemerintahannya. Lain itu, juga terdapat relief kandil-kandil untuk melambangkan perannya dalam da’wah dan penyiaran Islam.
Inskripsi pada makam memberitahukan tentang garis keturunannya secara lengkap sampai dengan Al-Malik Ash-Shalih, begitu pula mengenai tarikh wafatnya pada hari Senin, 17 Dzul Hijjah 831 Hijriah (26 September 1428).
Semoga Allah mengampuni dan merahmatinya.[]
Penulis: Musafir Zaman, pembina Mapesa.


