BANDA ACEH – Ratusan aktivis peduli lingkungan gelar aksi untuk mendukung penyelawatan satwa yang terancam punah. Aksi itu digelar di Banda Aceh, Sabtu, 24 September 2016.

Haikal, mahasiswa UIN Ar-Raniry yang ikut dalam aksi itu mengatakan, pihaknya turut mengundang calon wali kota Banda Aceh dan calon gubernur Aceh. “Kami mengharapkan mereka peduli, tapi sayang tidak ada yang datang (calon kepala daerah),” ujarnya.

Para calon pemimpin di Aceh diharapkan peduli dengan nasib gajah, harimau, badak dan orangutan. Satwa-satwa itu hanya bisa ditemukan lengkap di hutan Leuser yang ada di Aceh. Warga Aceh juga diharapkan memberi dukungan dan suara mereka untuk menyerukan penghentian perburuan dan perdagangan satwa ilegal.

Beberapa kelompok komunitas ikut aksi itu ialah Agam Favorit Banda Aceh, Agam Inong, Duta Lingkungan, Duta Bahasa, Duta Wisata Indonesia, Khopi, Labs Skull, Teknik Lingkungan UIN Ar-Raniry, dan Himpunan Mahasiswa Unsyiah. “Kami meminta pemerintah untuk serius dalam menangani kasus perburuan satwa liar yang kian merajalela,” kata Haikal.

Koordinator aksi, Rivana Amelia dari Earth Hour Aceh melalui siaran persnya kemarin mengatakan, aksi ini diinisiasi Gerakan Earth Hour Aceh diikuti komunitas pemuda, pecinta satwa, pelajar, mahasiswa, LSM, pemerintah dan penegak hukum.

“Ini cara kita menyampaikan suara kita agar didengar pengambil keputusan agar segera bersama-sama menyelamatkan satwa-satwa dari bahaya kepunahan. Kita harus bersama-sama menghentikan kejahatan satwa dengan membantu aparat penegak hukum memberikan informasi kejahatan satwa yang ada di sekitar kita,” kata Rivana Amelia.

Dia menyebutkan, aksi ini diisi dengan orasi, pembacaan puisi, bernyanyi “Aceh Lon Sayang” yang dipimpin komunitas penyandang disabilitas. Acara ini mengundang para pejabat dan tokoh masyarakat termasuk para calon gubernur Aceh untuk menandantangi piagam komitmen penyelamatan hutan dan satwa Aceh.

“Kami berharap ke depan Aceh memiliki pemimpin yang kebijakannya berpihak pada penyelamatan hutan dan satwa Aceh,” ujar Amel.[]

Laporan Rinal Khatami