BLANGKEJEREN – Petani jagung di Kabupaten Gayo Lues mengaku kesulitan menebus pupuk subsidi dari kios pengecer meskipun sudah masuk ke dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK). Jika masalah pupuk subsidi ini terus berlarut, maka banyak petani yang akan mengalami gagal panen atau hasilnya merosot.
Sabri, warga Desa Penampaan, Kecamatan Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues, yang berkebun jagung di daerah Lempuh, Senin, 19 April 2021, mengatakan saat ini ratusan petani membutuhkan pupuk subsidi, tetapi tidak bisa mendapatkan dari kios pengecer.
“Saat kami mau menebus pupuk subsidi ke kios pengecer, kios pengecer mengaku belum menebus ke distributor lantaran masalah harga jual belum ada titik temu, seperti harga tebus pengecer ke distributor berapa, harga jual pengecer kepada petani berapa, dan kios pengecer juga takut terjerat hukum jika menjual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET),” katanya.
Sabri meminta Pemerintah Gayo Lues segera mengambil tindakan terkait permasalahan pupuk subsidi. Sehingga petani yang membutuhkan pupuk bisa segera mendapatkan dan menaburnya di tengah musim penghujan ini.
“Setiap petani yang masuk ke dalam RDKK sudah jelas ada jatah pupuk subsidinya, tetapi ketika kios pengecer tidak menebus kepada distributor, kemana harus kami tebus jatah pupuk subsidi kami itu. Makanya kami selaku petani meminta agar Pemda mengatasi masalah ini, jangan membiarkan berlarut-larut,” jelasnya.
Hingga hari ini, masalah pupuk subsidi di Kabupaten Gayo Lues belum bisa diatasi pemerintah setempat. Selain masalah harga jual kepada petani di atas HET yang dikeluarkan pemerintah pusat, petani yang tidak masuk RDKK butuh pupuk subsidi juga menjadi masalah.[]



