Senin, Juni 24, 2024

Dosen UBBG Lulus Seleksi...

BANDA ACEH - Tidak hanya mahasiswa, dosen UBBG juga berprestasi. Adakah Dr. Zahraini,...

34 Tim Futsal Berlaga...

SIGLI – Sebanyak 34 tim se-Aceh berlaga untuk memperebutkan gelar juara Piala Ketua...

All New Honda BeAT...

BANDA ACEH - Sehubungan dengan peluncuran All New Honda BeAT series terbaru oleh...

Kapolri Luncurkan Digitalisasi Perizinan...

JAKARTA - Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo meluncurkan sistem online single...
BerandaBerita Gayo LuesRatusan Titik Lampu...

Ratusan Titik Lampu Jalan Gayo Lues Padam, Begini Penjelasan Dinas Perhubungan

BLANGKEJEREN – Ratusan titik lampu jalan di Kabupaten Gayo Lues mati/padam total sejak beberapa minggu terakhir. Sehingga kawasan kota dan desa di kabupaten tersebut gelap gulita di malam hari.

Plh. Kepala Dinas Perhubungan Gayo Lues, Nopal, S.P., Selasa, 18 Juli 2023, mengatakan sebelumnya lampu jalan Gayo Lues dikelola Dinas Perindustrian. Awal Januari 2023 diserahkan ke Dinas Perhubungan. Pada Juni lalu baru serah terima aset lantaran Kepala Dinas Perhubungan sebelumnya kurang aktif masuk kantor.

“Ada beberapa kendala yang dihadapi Dinas Perhubungan dalam mengelola lampu jalan Gayo Lues. Pertama, anggaran yang tersedia hanya 75 persen dari kebutuhan. Kedua, tidak adanya anggaran pemeliharaan bola lampu yang mati, tiang yang tumbang dan oprasional ke lapangan,” katanya.

Dalam satu tahun, kata Nopal, anggaran yang dibutuhkan untuk mengisi token listrik lampu jalan dan membayar rekening listrik lampu jalan dibutuhkan anggaran Rp2 miliar. Tetapi yang tertampung dalam anggaran tahun 2023 ini hanya Rp1,5 miliar lebih.

“Untuk menghidupkan ratusan titik lampu jalan yang mati ini, kami sudah berupaya membayar lampu jalan pascabayar, dan sedang memproses pencairan sisa anggaran yang tersedia untuk membeli token listrik prabayar,” jelasnya.

Sebagai Plh. Kepala Dinas Perhubungan, Nopal juga mengaku SK otoritasinya masih dalam proses, ketika sudah selesai barulah bisa mencairkan anggaran untuk keperluan pengisian token listrik lampu jalan tersebut.

“Kemudian untuk kekurangan anggaran pembelian token listrik lampu jalan, biaya pemeliharaan bola lampu mati, operasional kendaraan ke lapangan, dan honor sopir ke lapangan, kami akan melakukan pengusulan penambahan anggaran mendahului perubahan, mudah-mudahan semua pihak menyetujuinya,” ujarnya.[]

Baca juga: