LHOKSEUMAWE – Ratusan warga dari 11 desa menggelar aksi demo (unjuk rasa) untuk menuntut PT. Perta Arun Gas (PAG) merekrut tenaga kerja dari desa lingkungan perusahaan itu. Aksi tersebut digelar di luar kompleks kilang Regasifikasi LNG atau eks-Kilang LNG Arun, di Blang Lancang, Kecamatan Muara Satu, Lhokseumawe, Senin, 1 Februari 2016.
Informasi diterima portalsatu.com, aksi itu dilakukan warga dari Desa Blang Pulo, Blang Panyang, Ujong Blang, Meunasah Dayah, Padang Sakti, Paloh Punti, Cot Trieng, Batupat Timur, Batupat Barat, Blang Naleung Mameh dan Ujong Pacu.
“Aksi hari ini untuk menuntut pihak PAG agar merekrut tenaga kerja dari warga di lingkungan perusahaan itu,” kata T. Mukhlis, koordinator aksi kepada portalsatu.com di sela-sela aksi tersebut.
Mukhlis menyebut warga desa lingkungan perusahaan migas berhak mendapat prioritas dalam perekrutan tenaga kerja. Kata dia, hal ini sejalan dengan pasal 80, 81, 84, 86 PP 23 tahun 2015 tentang Pengelolaan migas di Aceh.
“Sudah tiga kali perekrutan, tidak pernah melibatkan masyarakat lingkungan (perusahaan), kenapa harus selalu diambil orang dari luar,” ujar Mukhlis.
Mukhlis menambahkan, pihaknya menuntut PAG untuk merekrut 70 persen tenaga kerja dari 11 desa lingkungan perusahaan itu. Apapun bentuk pekerjaan itu atau ditempatkan di bagian apapun, warga lingkungan harus diprioritaskan,” katanya.[] (idg)


