BANDA ACEH – Pemerintah Aceh gagal mencapai target realisasi keuangan dan proyek fisik dari APBA tahun 2017. Target sampai 15 Desember, keuangan 90 persen dan fisik 95 persen. Namun, realisasinya hanya 75,1 persen (keuangan) dan 80 persen (fisik).
Dikutip portalsatu.com/ dari laman Percepatan dan Pengendalian Kegiatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (P2K-APBA), 18 Desember 2017, sebanyak 17 Satuan Kerja Pemerintah Aceh atau SKPA realisasi keuangannya sampai 15 Desember masih di bawah 65 persen. Rinciannya, RSJ (64,2 persen), Pertanian dan Perkebunan/Tanbun (63,8), Sekretariat BRA (63,5), Biro Ekonomi/Ekon (60,5), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang/PU (59,9), Dinas Kebudayaan dan Pariwisata/Budpar (58,9), Dinas Kelautan dan Perikanan/DKP (57,9), Dinas Peternakan/Disnak (57,3), Dinas Perindustrian dan Perdagangan/Indag (56,4), Dinas Pemuda dan Olahraga/Pora (56,4), Dinas Pendidikan Dayah (54,4), Dinas Pertanahan (54), Keurukon Katibul Wali/KKW (53,4), Badan Pengembangan SDM/BPSDM (52,9), Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman/Perkim (43,9), Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral/ESDM (42,2), dan BPBA (33,6 persen).
Data Pantau Lelang APBA 2017 edisi 23 November, sebanyak 490 paket atau 34 persen—dari total 1.472 paket lelang umum—realisasi fisiknya di bawah 75 persen. Paling banyak Perkim (218 paket), PU (43), Disdik (34), Tanbun (33), Dinsos (24), dan Dinas Pengairan (20 paket). Sebanyak 18 SKPA lainnya 1 sampai 17 paket.
Selain itu, 35 paket atau 19 persen—dari total 181 paket ecatalog—belum tanda tangan kontrak. Rinciannya, Disidk (26 paket), Dinkes (4), Indag (2), Pora, Ukm dan Biro Umum masing-masing 1 paket.
Data Pantau Lelang Otsus Kab/Kota 2017 edisi 30 November, sebanyak 309 paket atau 15 persen—dari jumlah 2.093 paket lelang umum—realisais fisiknya di bawah 75 persen. Paling banyak Simeulue (58 paket), Aceh Timur (43), Aceh Tamiang (23), Pidie Jaya (22), Bireuen (19), Aceh Selatan (16), Aceh Besar (15 paket). Sebanyak 16 kabupaten/kota lainnya, 3 sampai 14 paket.
Sepuluh paket atau 8 persen—dari jumlah 131 paket ecatalog—belum tanda tangan kontrak. Rinciannya, Nagan Raya (4 paket), Aceh Selatan (3), Lhokseumawe, Aceh Utara dan Aceh Timur masing-masing 1 paket.[](idg)


