BLANGKEJEREN – Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada Dinas Pertanian Kabupaten Gayo Lues masih rendah jika dibandingkan Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK) lainnya. Berdasarkan data Bidang Pendapatan Badan Penggelolaan Keuangan Kabupaten (BPKK), realisasi PAD Dinas Pertanian baru Rp1 miliar lebih dari target Rp2 miliar lebih atau 49,74 persen.

Zakaria, Kepala Dinas Pertanian Gayo Lues, Senin, 9 November 2020, mengatakan sebenarnya target PAD Dinas Pertanian bisa lebih banyak jika kontribusi dari hasil getah pinus sesuai harapan pemerintah daerah. Yaitu 10 persen untuk kabupaten dan 5 persen untuk provinsi.

“PAD Dinas Pertanian minim disebabkan oleh kontribusi bagi hasil getah pinus yang diusulkan Pemerintah  Kabupaten Gayo Lues kepada Gubenur Aceh tentang bagi hasil getah pinus untuk Kabupaten Gayo Lues sebesar 10 persen dan provinsi 5 persen belum disetujui pada tahun 2019,” kata Kadis Pertanian melalui pesan WhatsApp.

Berdasarkan Surat Gubenur Aceh Nomor: 660/7538 tanggal 20 Mai 2020 tentang persetujuan kontribusi bagi hasil dan produksi getah pinus pada hutan Areal Penggunaan Lain (APL), untuk provinsi kontribusi getah pinus 7,5 persen dan kabupaten 7,5 persen.

“Berdasarkan data, realisasi kontribusi getah pinus untuk Kabupaten Gayo Lues sejak Januari hingga Oktober 2020 mencapai Rp967.410.493. Kemudian kontribusi dari hasil olah tanah mesin traktor jonder Dinas Pertanian Rp39.100.000, dan kontribusi dari Rumah Potong Hewan (RPH) Rp15.200.000,” jelasnya.[]