BLANGKEJEREN – Pemerintah Kabupaten Gayo Lues akan melakukan rehabilitasi gedung Terminal Terpadu di Kecamatan Blangpegayon dengan anggaran Rp1 miliar lebih. Padahal, gedung Terminal Terpadu itu belum pernah difungsikan sejak dibangun beberapa tahun lalu.
Pantauan portalsatu.com/ di lpse.gayolueskab.go.id, Senin, 12 Juli 2021, Pemkab Gayo Lues sudah menayangkan untuk ditender proyek rehabilitasi fisik gedung kantor Terminal Terpadu Blangpegayon dengan total anggaran Rp1.081.500.000 dari APBD tahun 2021.
Proyek rehabilitasi fisik gedung kantor Terminal Terpadu Blangpegayon itu juga pernah ditender tahun 2020 lalu dengan total angaran Rp1,5 miliar. Kemudian proyek yang sudah ada pemenangnya tahun 2020 tersebut batal dikerjakan.
Noval, S.P., Kepala Dinas Perhubungan Gayo Lues, mengatakan gedung Terminal Terpadu Blangpegayon akan dialihfungsikan menjadi kantor Dinas Perhubungan. Sedangkan kantor Dinas Perhubungan yang sekarang akan menjadi kantor Dinas Infokom.
“Memang tahun lalu juga sudah ditender proyek rehab Terminal Terpadu Blangpegayon, tetapi karena waktu sangat terbatas dan masalah anggaran, terakhir tidak jadi dikerjakan mengingat waktunya sangat terbatas,” kata Noval melalui sambungan telepon WhatsApp.
Noval melanjutkan, anggaran Rp1 miliar lebihitu akan diperuntuhkan membangun gedung tiga unit, pagar depan, MCK dan pintu gerbang. Dengan target ke depan, Terminal Terpadu Blangpegayon juga bisa dijadikan sebagai tempat pengujian kendaraan, lokasi kendaraan salah parkir yang ditilang, dan lahan parkir bus sekolah.
“Saya tidak tahu siapa pemenang tender tahun lalu, dan inipun yang mendaftar saya tidak tahu,” kata Noval saat ditanya apakah pemenang tender tahun lalu akan memenangkan lagi proyek yang ditender tahun 2021 ini.
Menurut Noval, letak Terminal Terpadu Blangpegayon tidak layak dijadikan sebagai terminal. Alasannya, letak tanah dibuat miring, terlalu jauh dari pusat kota, jalan menuju ke lokasi sangat sempit, dan ongkos dari pusat kota ke Terminal Terpadu bisa mencapai Rp50 ribu per orang.
“Tidak layak Terminal Terpadu di Blangpegayon, lokasinya jauh, jalanya sempit, ongkos dari kota Blangkejeren ke sana mahal, bisa-bisa sama dengan ongkos ke Kutacane (Ibu Kota Aceh Tenggara) Rp50 ribu per orang, ditambah lagi keadaan tempat parkir yang dibangun miring,” kata Noval seraya meminta dukungan dari semua pihak.[]




