SUBULUSSALAM – Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Ar. Raniry Banda Aceh, Prof. Dr. Warul Walidin, S.E., A.k., M.A., mengtakan Bumi Syekh Hamzah Fansuri sebutan Kota Subulussalam merupakan pintu gerbang menuju Sumatera Utara (Sumut) maupun sebaliknya dari Medan menuju Aceh. 

Maka, Kota Subulussalam wajah pertama yang dilihat oleh masyarakat Sumut ketika masuk ke Aceh, khususnya wilayah barat selatan Aceh. Pintu gerbang ini, memberikan kesan pertama bagi masyarakat luar ketika masuk ke Aceh, mencerminkan wajah Serambi Mekkah.

Maka, sangat diperlukan peningkatan dan pengembangan kualitas SDM bagi masyarakat Kota Subulussalam, dengan mendorong para generasi muda untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi mulai S1,S2 hingga S3, salah satunya di UIN Ar-Raniry Banda Aceh.

“Bumi Syekh Hamzah Fansury ini  merupakan pintu gerbang Aceh dengan Sumut. Maka perlu kerja keras dalam peningkatan kualitas SDM agar lebih tumbuh berkembang dan lebih maju,” kata Rektor UIN Ar-Raniry Prof Warul Walidin saat MoU dengan Wali Kota, H. Affan Alfian Bintang, S.E di Meuligoe Subulussalam, Jumat, 8 Januari 2021.

Penandatanganan MoU ini terkait peningkatan kualitas SDM, penelitian dan pengabdian masyarakat. MoU ini semakin membesar peluang bagi anak-anak di Bumi Syekh Hamzah Fansuri untuk melanjutkan kuliah di UIN Ar-Raniry Banda Aceh. 

Dengan MoU tersebut diharapkan ke depan banyak melahirkan alumni Ar-Raniry dari Kota Subulussalam tamatan magester hingga dokter, bahkan melahirkan profesor.

Wali Kota Affan Alfian Bintang menyampaikan terima kasih kepada Rektor UIN Ar-Raniry Prof Warul Walidin beserta jajarannya yang telah datang ke Bumi Sada Kata untuk melakukan MoU bidang peningkatan kualitas SDM, penelitian dan pengabdian masyarakat.

“Saya mengucapkan berterima kasih kepada Bapak Rektor UIN Ar-Raniry beserta rombongan yang telah datang ke Kota Subulussalam perjalanan yang cukup panjang dan melelahkan namun karena dorongan semangat untuk peningkatan kualitas SDM, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat khususnya Kota Subulussalam,” ungkap Affan Alfian Bintang.

Ketua MPD (Majelis Pendidikan Aceh) Kota Subulussalam, Jaminuddin B menyampaikan bahwa dalam menyongsong peningkatan kualitas SDM perlu dilaksanakan MoU bukan hanya untuk SDM yang S1 tapi juga S2 dan S3 nantinya meliputi penelitian, pengabdian dan pengembangan Imtaq dan Iptek.

“Sehingga Kota Subulussalam mendatang bisa lebih maju dari daerah lainnya,” kata Jaminuddin menambahkan.[]