LHOKSEUMAWE – <!–StartFragment–>Universitas Malikussaleh (Unimal) menggelar acara maulid di gedung eks-GOR, Uteunkot, Lhokseumawe, Minggu, 20 Maret 2016. Pihak Unimal menjemput 100-an anak yatim dari Desa Uteun Kot, Lancang Garam dan Desa Blang Pulo, Kota Lhokseumawe, juga Desa Reuleut Barat, Cot Keumuneng, Desa Paya Gaboh, Reuleut Timu, Aceh Utara untuk dibawa ke tempat itu.

“Kini saatnya kita menjadi ayah dan ibu untuk anak yatim,” ujar Rektor Unimal Prof. Apridar dalam sambutannya, dikutip dari siaran pers diterima portalsatu.com.

“Idealnya kita bisa bertindak menjadi orang tua (ayah dan ibu) untuk anak-anak yatim. Mereka generasi penerus bangsa ini dan harus merasakan kenyamanan dalam proses dia tumbuh besar,” kata Apridar lagi.

Unimal memberikan santunan dan bingkisan untuk seratusan anak yatim itu. “Jangan dilihat besaran nilainya. Lihatlah keihlasan kita dan perhatian kita,” ujar Apridar.

<!–StartFragment–>Apridar berharap pola asuh anak di keluarga fokus pada pendidikan etika dan moral. Sejauh ini, kata dia, terjadi penurunan etika dan moral, di mana sebagian generasi muda tidak menghargai orang tua dan gurunya.

“Ini juga menjadi perhatian kita. Bangsa ini akan besar jika dipimpin oleh generasi beretika, bermoral dan berintegritas. Dan itu harus kita didik sedini mungkin,” kata Apridar.<!–EndFragment–>

Ketua Dharma Wanita Unimal, Rita Mutia mengajak seluruh ibu yang tergabung dalam organisasi itu untuk mencintai dan menyayangi anak yatim. “Karena mereka juga anak-anak saya, anak-anak kita semua,” katanya.[] (rel)