BANDA ACEH – Saat ini banyak orang pintar dan cerdas, tetapi minim karakter dan kebaikan. Bangsa ini membutuhkan orang-orang berkualitas, berorientasi pada kebaikan dan punya semangat kejujuran.

Hal itu disampaikan Rektor Unsyiah Prof.  Samsul Rizal saat membuka dialog Pelibatan Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Dalam Pencegahan Radikalisme yang digelar Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT), di Aula Dayan Dawood Unsyiah, Banda Aceh, Rabu, 30 Agustus 2017.

“Bangsa ini butuh pada orang-orang yang berorientasi kepada kebaikan, yang mau berkonstribusi dengan semangat kejujuran, keikhlasan, dan kebersamaan,” kata Samsul.

Samsul berharap acara dialog tentang pencegahan radikalisme dan terorisme yang melibatkan kampus dapat mengetuk hati semua pihak. “Dan terhubung dengan ajaran Illahi dan aktivitas kita dengan menanamkan semangat kejujuran,” ujarnya.

Harus cegah

Sementara itu, Direktur Perlindungan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Brigjen Pol. Drs. Herwan Chaidir mengatakan, saat ini paham radikalisme sudah memasuki berbagai bidang lembaga sehingga harus dicegah.

“Kita harus cegah paham-paham itu,” kata Herwan Chaidir saat pembukaan dialog tersebut. “Tidak boleh ada paham radikal dan terorisme yang justru  mengacaukan negara kita,” ujarnya.

Ia menyebutkan, dialog yang melibatkan mahasiswa dan kampus sangat positif untuk langkah-langkah pencegahan radikalisme. “Kita harapkan dialog ini akan memberikan pemahaman kepada insan kampus tentang radikalisme dan terorisme ini,” kata Herwan.

Herwan juga menjadi pembicara pada dialog tersebut bersama narasumber Guru Besar UIN Sumatera Utara Prof. Syahrin Harahap, akademisi UIN Ar-Raniry Dr. Kamaruzaman Bustamam Ahmad, dan mantan napi teroris Ali Fauzi.[]