Sabtu, Juli 13, 2024

Besok, Mahyuzar akan Terima...

ACEH UTARA - Dr. Mahyuzar, M.Si., akan menerima Surat Keputusan (SK) Mendagri tentang...

Jabatan Pj Bupati Aceh...

ACEH UTARA - Masa jabatan Penjabat Bupati Aceh Utara, Dr. Mahyuzar, genap satu...

Panwaslih Aceh Instruksikan Buka...

BANDA ACEH - Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Aceh menginstruksikan Panwaslih Kabupaten/Kota segera membuka...

KAMMI Sebut Perlu Forum...

BANDA ACEH - Pengurus Daerah Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Banda Aceh...
BerandaRektor Unsyiah: Inilah...

Rektor Unsyiah: Inilah Saat yang Tepat Kembali Kepada Alquran

BANDA ACEHMenteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Prof. H. Mohammad Nasir. Ph.D., Ak., memimpin acara Khataman Alquran di Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) dalam rangka Nusantara Mengaji. Pengajian tersebut dipusatkan di Masjid Jami’ Kampus Unsyiah dan diikuti beberapa Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta (PTN/S) di Indonesia, Minggu, 14 Mei 2017, malam.

Khataman Al-Qur’an (Alquran) Serentak Perguruan Tinggi se-Indonesia ini diikuti empat PTN dari luar Provinsi Aceh secara teleconference, yaitu Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Universitas Sriwijaya (Unsri) Palembang, dan Universitas Mulawarman Samarinda. Pengajian serentak ini juga diikuti sejumlah PTN/S di Aceh.

Menristekdikti turut menyapa para rektor dan mahasiswa keempat PTN tersebut melalui teleconference. Ia mengatakan, Nusantara Mengaji ini diinisiasi Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (2009-2014) Muhaimin Iskandar dan Dr. K.H. Ahsin Sakho Muhammad M.A. Alhafizh sebagai deklaratornya. Selanjutnya dilakukan deklarasi bersama untuk Indonesia damai dan sejahtera.

Nusantara Mengaji di Unsyiah ini merupakan kali kedua untuk pelaksanaan Nusantara Mengaji di kampus. Sebelumnya kegiatan ini berlangsung di Universitas Sebelas Maret Surakarta. “Pembacaan Alquran serentak ini diharapkan bisa membuat Indonesia menjadi tenang, damai, dan sejahtera,” kata Mohammad Nasir.

Mohammad Nasir menjelaskan, Nusantara Mengaji awalnya diselenggarakan tahun 2016. Jumlah total peserta Nusantara Mengaji waktu itu sekitar 12 juta orang. Mereka semua mengkhatamkan (menamatkan) Alquran hingga 335 ribu kali. “Hal ini baru ada di Indonesia dan kegiatan ini diusahakan untuk dilaksanakan secara terus-menerus,” ujarnya.

Rektor Unsyiah, Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal, M.Eng., mengatakan, harus diakui bahwa berbagai persoalan bangsa selama ini bermuara pada satu alasan, yaitu semakin banyaknya orang cerdas, tetapi tidak memiliki karakter kebaikan dan nilai-nilai ketuhanan.

“Maka di saat kepercayaan kepada nilai-nilai religi semakin memudar, dan saat bangsa dihadapkan kepada persoalan-persoalan yang bermuara pada gesekan horizontal, serta ketika agama cenderung diposisikan sebagai sumber permasalahan, maka inilah saat yang tepat untuk benar-benar kembali kepada Alquran,” tegasnya.

Ia melanjutkan, Unsyiah sudah lama membentuk Unit Program Pendamping Pendidikan Agama Islam (UP3AI) sebagai laboratorium Mata Kuliah Umum Pendidikan Agama Islam. Program ini berisi materi-materi penambah keimanan, tahsin Alquran, hingga praktek ibadah. “Alhamdulillah, program ini berhasil untuk mengarahkan semangat dan energi muda mahasiswa ke arah yang lebih bermanfaat dan dekat dengan nilai-nilai agama,” kata Samsul Rizal.

 “Begitu juga dengan Nusantara Mengaji ini, kita harap supaya tidak dipahami sebagai seremoni belaka, melainkan juga mampu mengetuk hati kita semua agar terikat dengan masjid, dan terhubung dengan Alquran dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya.

Kegiatan ini turut menghadirkan qari juara I tingkat internasional Ustaz Masrur Ikhwan, M.A., dan Ustaz H. Sufyan Hadi, Forkopimda Aceh, para dekan dan ribuan mahasiswa Unsyiah. Kegiatan ini diakhiri dengan acara makan bersama hingga pukul 23.00 WIB.[](rel)

Baca juga: