SUKA MAKMUE – Taman Baca Masyarakat (TBM) kini dihadirkan oleh para relawan muda cinta pendidikan di anjungan alun-alun Suka Makmue.
Kehadiran taman baca pertama di Bumoe Rameune ini mendapat sambutan hangat dari berbagai kalangan di Nagan Raya.
Dengan kondisi dan alat seadanya tidak menyurutkan kunjungan masyarakat yang sedang berlibur di kawasan wisata sore Nagan Raya ini untuk mencari kegiatan bermafaat seperti yang disediakan Taman Baca Masyarakat yang mulai didirikan 5 Februari 2017.
Rismayati, salah seorang relawan Taman Baca Masyarakat, menggaku, pendirian TBM ini sendiri didasarkan rendahnya minat baca dan budaya membaca sangat kurang di Nagan Raya.
“Membaca sendiri saat ini belum menjadi sebuah gerakan budaya, rata-rata tingkat kemampuan membaca pada masyarakat masih rendah,” jelasnya kepada Portalsatu.com, Rabu, 08 Maret 2017.
Rismayati juga tidak mempungkiri, lemahnya minat baca juga disebabkan kurangnya fasilitas, ketersediaan bahan bacaan yang tersedia di Nagan Raya.
“Sekarang semua lebih suka menonton dari pada membaca, yang dinilai lebih praktis pada masyarakat, sehingga mengakibatkan terjadinya lompatan dari budaya tutur (lisan) dan budaya literasi (membaca) menjadi rendah,” ungkapnya.
Kepada Portalsatu.com, Rismayati menjelaskan, ada sekitar 5 orang relawan yang berprofesi sebagai guru berperan aktif dalam kegiatan gerakan gemar membaca ini.
“Kita sendiri hanya membuka kegiatan ini pada hari Minggu saja dimulai jam 16.00-18.00 WIB, ya untuk selama ini pengunjung masih kurang mungkin dikarenakan keterbatasan informasi terkait adannya taman membaca ini. Kami juga mengharapkan bantuan buku ataupun titipan buku. Kepada donatur yang ingin membantu mengembangkan minat baca di kalangan masyarakat Nagan Raya, dapat menghubungi 085260188496,” tutupnya.[]

