BANDA ACEH – Gadis berdarah Gayo, Reny Fharina, sangat menyukai dunia seni. Reny kini tercatat sebagai salah satu mahasiswa di FKIP Sendratasik, Universitas Syiah Kuala Banda Aceh.

Sebagai mahasiswa Reny tak ingin menghabiskan waktunya hanya untuk mempelajari teori-teori di bangku kuliah, ia bergabung di beberapa komunitas seni untuk mengasah bakat dan kemampuan seninya. Ia sering tampil di berbagai pagelaran seni yang dibuat kampus maupun di luar kampus.

Seni bukanlah sesuatu yang asing bagi dara kelahiran 2 Maret 1996 itu. Ia mewarisi titisan darah seni dari sang kakek dari pihak ibunya.

“Kakek saya pemain seruling profesional di Takengon,” katanya kepada portalsatu.com kemarin, Rabu, 23 Maret 2016.

Sulung dari tiga bersaudara ini pun mendapat dukungan penuh dari keluarga untuk mengeksplorasi bakat seninya. Berkat kepiawaiannya Reny sering diundang oleh stasiun televisi lokal untuk mengisi acara.

Tidak hanya itu, Reny juga aktif di dunia fotografi dan modeling. Baru- baru ini Reny memenangkan perlombaan fotografi yang diadakan di situs online. Sedangkan untuk bidang modeling, Reny sempat mengikuti beberapa ajang model dan dinobatkan sebagai Lady Carnaval 3 tahun 2016.

“Di tahun 2016, Reny akan fokus untuk mengikuti perlombaan-perlombaan, baik itu fotografi, tari, maupun modeling,” ujarnya.

Ternyata di balik sifat feminimnya Reny juga suka bertualang dan menjelajah alam. Semua itu dilakukannya untuk memaksimalkan segala potensi yang ada dalam dirinya.

“Selagi masih muda Reny ingin mencoba semuanya,” katanya.

Meskipun Reny memiliki rutinitas yang padat, Reny tetap tidak melupakan tujuannya datang ke Banda Aceh untuk kuliah. Di sela kesibukannya Reny masih mampu mendapatkan nilai memuaskan, karna itu juga orang tuanya memberikan dukungan penuh bagi Reny untuk terus berkarya.[](ihn)

Laporan Nur Alawiyah