TAKENGON – Akses transportasi lintas Takengon-Bireuen maupun sebaliknya, sempat terganggu akibat reruntuhan bukit yang menutupi badan jalan di kawasan kilometer 95, Kecamatan Kebayakan, Aceh Tengah.

Reruntuhan tanah dan batu dari bukit yang menutupi badan jalan itu diperkirakan mencapai ketinggian 2 meter dan lebar 5 meter. Kejadian itu berlangsung sekira pukul 07:00 Wib, Selasa 25 April 2017.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, tetapi antrean panjang dari arah Takengon-Bireuen maupun sebaliknya, juga terjadi hingga lima kilomerter.

Akses transportasi kembali lancar sekira pukul 10:00 Wib, setelah satu unit alat berat dan mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi untuk membersihkan material longsor.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tengah Jauhari dan Kasat Lantas Polres Aceh Tengah AKP Radika Angga, sejumlah anggota BPBD dan Satlantas juga terlihat di lokasi kejadian.

Jauhari mengakui akses transportasi sedikit terganggu, meskipun pengguna jalan dapat memilih jalur alternatif dari arah Bireuen-Takengon maupun sebaliknya.

Dikatakan, jalur alternatif yang bergerak dari Takengon-Bireuen terdapat di batas kota dengan memutar ke kanan dan mengikuti jalan aspal hingga tembus ke bengkolan Singah Mata atau hanya berjarak beberapa meter dari titik reruntuhan.

Jika pengguna jalan dari Bireuen menuju Takengon juga disarankan untuk mengikuti jalur alternatif dari Singah Mata tembus Paya Tumpi, Kecamatan Kebayakan atau tepat di batas kota.

“Jalan alternatif memang sempit, tapi bisa dilalui dan cukup aman,” kata Jauhari.[]