SIGLI – Ribuan udang dipertambakan Gampong Pasi Rawa, Kecamatan Kota Sigli, mati mendadak. Kematian udang jenis Vaname itu diduga akibat serangan Virus White Spot Syndrome (WSS), (bercak putih).
Dedi, salah seorang pembudidaya udang vaname, mengatakan, udang ditambaknya baru berumur 50 hari dari 100 hari masa panen. Namun, akibat serangan virus, udang miliknya mati secara tiba – tiba dengan kondisi memerah seperti udang rebus.
“Udang mati secara tiba – tiba. Dalam satu hari ribuan udang terapung dipermukaan air dengan kondisi telah mati. Padahal, kebutuhan makanan dan kencir kami siapkan,” ceritanya kepada portalsatu.com, Kamis, 8 Juni 2017.
Dia menceritakan tingkat kematian akibat virus White Spot Syndrome ini mencapai 100% dalam waktu 3 – 19 hari setelah iinfeksi. Penyakit ini lebih akrab dan dikenal dengan penyakit bintik putih pada udang.
“Dari pada rugi besar, kami terpaksa memanen meski belum waktunya,” imbuh Dedi sembari menunjukkan tumpukan bangkai udang yang sudah bewarna merah.
Meski mengalami kerugian akibat serangan virus WS, Dedi berserta ratusan petani tambak lainnya mengaku tetap membudidaya udang yang sudah digeluti terun temurun.[]

