Karya: Jamaluddin
Peminat Sastra, Lhokseumawe.

Perhiasan ini telah berdebu
Rinduku takkan pernah lekang

Apa yang telah terjadi

Duhai Pemilik Kasih Sayang
Ronta kami tergadai
Perlihatkan kembali kami jalan

Putuskan rantai-rantai perpisahan
Antara kami dan zaman
Izinkan kembali salam tersampai

Jika Engkau murka
Ampunkanlah kami

Tiadalah guna gelar kebesaran
Setelah masa berganti cucu Darussalam menghamba pada yang tidak Engkau ridha

Keperkasaan dahulu sekarang telah
raib
Peradaban juga telaga bening sucinya telah kering diteguk oleh bara ketamakan asing

Musuh-musuhpun telah berubah menjadi pemilik bagi benda-benda yang kami simpan
Mereka berbangga dengan kemenangan yang telah mereka diraih

Generasi kami ternoda oleh ketidaktahuan dalam melangkah

Meski langit masih sama namun
Betapa dukanya ketika menatap arakan awan yang melintasi taman adalah datang dari bebatuan hitam dibalik jurang-jurang kekalahan

Harum bunga-bunga silam yang tersiram juga telah berubah berbau bangkai

Perjuangan yang tertunda bukan untuk menikmati hasil

Sengketa telah menenggelamkan kebesaranmu wahai paduka
Duduk bersama mereka kawan asing

Gajah-gajah telah ditambat di hutan jadi bahan tertawaan

Museum berubah menjadi tempat mencaci kebesaran

Salam dariku untuk keluarga yang datang dari seberang

Loh Angen/19-20, April, 2021[]