Temaram Malam di Masjid Raya

Di bawah kubah yang bisu bersahaja,
langit merunduk pada sajadah malam,
bintang-bintang berzikir dalam cahaya,
menyusup sunyi ke rongga alam.

Masjid Raya, megah dalam diam,
mengusap luka waktu yang karam,
di setiap sudutnya, doa terpendam,
mengalir lirih bagai kidung malam.

Angin menyusuri marmar yang dingin,
membawa harum dupa dan rindu,
dari hati yang pernah hancur dan ingin
menemukan damai di sujud yang syahdu.

Lampu-lampu redup seperti pelita,
menggigil dalam harap dan percaya,
bahwa malam bukan hanya gulita,
tetapi juga jalan pulang pada-Nya.

Dan aku, di antara gema azimat,
mencari makna di setiap ayat,
menunggu fajar menjemput niat,
di temaram malam, di Mesjid Raya yang khidmat.

Karya: Zahraini Zainal
Dosen Universitas Bina Bangsa Getsampena, Banda Aceh.