LHOKSUKON Tim Relawan Jokowi-JK Rumah Kreasi Indonesia Hebat (RKIH) Aceh Utara akan menyatakan akan menyampaikan persoalan di lokasi pembangunan Bendungan Keureuto antara perusahaan dengan masyarakat Paya Bakong kepada Presiden Jokowi. Menurut RKIH, perusahaan pelaksana proyek itu “mengutamankan pekerja dari luar daerah”.
Dari awal kami sangat mendukung pembangunan Waduk (Bendungan) Keuretoe. Apalagi waduk itu merupakan solusi mencegah banjir tahunan di Aceh Utara. Kehadiran waduk itu nantinya juga akan melancarkan irigasi. Secara tidak langsung akan meningkatkan produktivitas pertanian, demi terwujudnya program swasembada pangan, kata Ketua RKIH Aceh Utara Juliadi, kepada portalsatu.com, melalui siaran persnya, Sabtu, 28 Januari 2017.
RKIH menyebut persoalan yang sedang bergulir di lokasi pembangunan bendungan itu antara masyarakat dan sejumlah perusahaan pelaksana proyek. Yaitu, PT WK (Persero), PT HK (Persero), PT HC, PT S, PT B dan PT P.
Dalam minggu ini kita akan sampaikan permasalahan itu ke Presiden Jokowi dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Hal itu akan kita sampaikan melalui Ketua DPP RKIH, Kris Budiharjo. Intinya, kita minta perusahaan tersebut dievaluasi kembali, ujar Juliadi.
RKIH melihat kehadiran Bendungan Keuretoe nantinya akan sangat menguntungkan warga Aceh Utara, khususnya Paya Bakong. Karena, kata dia, bisa membangun Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) 6,34 MW. Selain itu, Juliadi menambahkan, keberadaan PLTA itu akan dapat meningkatkan perekonomian Aceh Utara.
Waduk Keuretoe itu juga nantinya bisa menjadi daya tarik wisata, mengingat secara geografis sangat strategis terletak di dataran tinggi antara Aceh Utara dengan Benar Meriah. Kami sangat mendukung dan berterima kasih kepada presiden atas pembangunan waduk itu. Namun, kami kecewa dengan perusahaan-perusahaan yang mengabaikan harapan masyarakat. Di sini mereka (perusahaan) malah mengutamakan pekerja dari luar Aceh, sementara masyarakat Paya Bakong diabaikan. Ini persoalan serius, tegas Juliadi.[](rel)


