BANDA ACEH – Robot pendeteksi cahaya hingga selai roti asam sunti turut menjadi pemenang sayembara pada expo Konferensi Internasional Tahunan Unsyiah dan Konferensi International Ilmu Matematika, Statisika dan Aplikasinya.

Annual International Conference (AIC) Unsyiah ke-6 dan International Conference on Mathematics, Statistics and their Applications (ICMSA) ke-12 itu pun resmi berakhir.

Berdasarkan siaran pers diterima portalsatu.com, Kamis, 6 Oktober 2016, ajang pertemuan ilmiah dan berbagai kompetisi sains ikut memeriahkan acara yang menghadirkan tujuh pembicara kunci dari Australia, Kanada, Thailand, Malaysia dan Indonesia. Sejumlah 170 paper akademik dari dalam dan luar negeri sudah dipresentasikan dan diperdebatkan dalam konferensi internasional ini.

Unsyiah sebagai tuan rumah juga menjaring hasil riset dan kompetisi produk-produk inovatif baik dari kalangan akademisi maupun mahasiswa. Di antara produk-produk inovatif yang diperlombakan itu merupakan hasil karya putra-putri Aceh.

“Produk inovasi mulai dari padi unggul, sepeda hasil daur ulang kaleng bekas, robot pendeteksi cahaya hingga selai roti olahan dari asam sunti, menjadi pemenang sayembara pada expo yang diselenggarakan tersebut,” papar Dr. Syaifullah Muhammad, S.T., M.Eng., ketua panitia konferensi AIC-ICMSA 2016.

Paper atau karya tulis ilmiah terbaik di bidang sains dan teknik dimenangkan Dr. Asri Gani, M. Eng. Sedangkan paper ilmu sosial terbaik diraih Dr. Iskandar Abdul Samad, M.Sc. Peserta dari luar negeri juga ikut menorehkan prestasi dengan menyabet paper terbaik ICMSA, yang diraih Benjier Arriola, dari Phillipina, dan paper sains terbaik dimenangkan Suhaizan Lob, dari Malaysia.

Sementara kategori expo terbaik berhasil disabet pakar dari Unsyiah Dr. Ir. Effendi, M.Agr.Sc., yang menampilkan benih padi unggulan Unsyiah.

Resmi ditutup

Rektor Unsyiah diwakili Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kerjasama Dr. Nazamuddin, M.A., Rabu malam, secara resmi menutup perhelatan akbar yang berlangsung di Balai Kota Banda Aceh tersebut.

Wali Kota Banda Aceh diwakili Sekda Ir. Bahagia menyampaikan kehadiran banyak akademisi negara-negara luar dan seluruh penjuru Tanah Air membuktikan Banda Aceh adalah kota yang nyaman dan aman untuk dikunjungi.

“Mari nikmati keindahan dan kenyamanan Banda,Aceh sebagai kota budaya islami. Silakan mencoba keaneka-ragaman kuliner Aceh yang terkenal dan sangat lezat,” ujarnya.

Salah seorang pembicara Prof. Graeme Martin dari University of Western Australia merasa puas pada konferensi internasional ini. Ia mengakui ketangguhan orang Aceh walaupun pernah mengalami bencana alam terbesar dan konflik bersenjata

 “Orang -orang Aceh termasuk orang-orang tertangguh di dunia. Bangkit dari tsunami dan menjadi lebih baik. Konferensi ini sendiri luar biasa. Keramahan, pelayanan, dan acara yang ditampilkan sungguh luar biasa. Saya sudah banyak mengikuti konferensi internasional dan konferensi AIC-ICMSA 2016 ini sungguh mengagumkan,” ujarnya pada acara penutupan.[](rel)