LHOKSUKON – H Ismail, 69 tahun, mantan Kepala SD Negeri Pante Breuh mengaku sempat melihat pria yang memakai topi pet keluar dari pekarangan rumahnya. Salah satu anak korban sempat mengira pria itu petugas PT PLN yang mengecek KwH listrik.

“Woe dari bank lon dong bloe minyeuk bak Keude Kak Nah di Pantonlabu. Minyeuk lam jeurigen lon peuduek di keu Honda, sedangkan peng Rp 80/juta loen leubah lam bagasi Honda. Peng nyan baro lon cok dari salah saboh Bank di Pantonlabu,” kata H Ismail, warga Gampong Rambong Dalam, Kecamatan Baktiya, Aceh Utara itu kepada portalsatu.com.

Dilanjutkan, setiba di rumah ia membawa masuk jeurigen minyak dari pintu samping. Lalu keluar lagi dari pintu depan dengan maksud mengambil uang yang disimpan di bagasi sepeda motor, tapi uang itu telah raib.

“Wate lon buka bagasi, peng kahana le, KA gadeh. Lam nyan na lon eu ureung agam pakek tupi lewat di keu rumoh, tapi hana lon tusoe. Padahai peng nyan lon neuk jok ke aneuk malam Minggu nyoe,” ucap H Ismail dengan wajah lesu.

Nurhasanah, 35 tahun, anak H Ismail mengaku sempat melihat empat pria tak dikenal naik sepeda motor di depan rumahnya. Salah satu di antaranya sempat masuk ke halaman rumah, sedangkan tiga lainnya menunggu di luar pagar.

“Saya pikir itu petugas PLN yang datang cek lampu. Pria itu masuk ke halaman saat ayah masuk dalam rumah. Pelaku pencurian uang itu juga turut mengambil buku Bank milik ayah saya. Uang itu sisa hasil penjualan tanah. Ayah jual tanah Rp 200 juta, sebagian sudah terpakai. Tadi ayah ambil sisanya Rp 80 juta di bank,” terang Nurhasanah.[]