IDI RAYEK – RSUD Dr Zubir Mahmud Idi mengalami krisis persedian darah. Setiap bulannya rata-rata kebutuhan darah mencapa i 150 kantong. Namun dalam beberapa pekan ini stok darah sama sekali tidak ada.
“Minimnya darah menjadi satu kendala bagi kita petugas UTD,” ujar Kepala Unit Transfusi Darah (UTD) Kiflan saat ditemui portalsatu.com di ruang kerjanya, Selasa, 10 Mei 2016.
Dia mengatakan pihaknya selama ini memperoleh darah hanya dari keluarga pasien, sedangkan stok darah lain tidak ada.
“Yang kita simpan sekarang itu semua milik keluarga pasien yang bersangkutan,” katanya.
Kiflan menjelaskan minimnya stok darah di rumah sakit ini karena kurangnya pendonor. Salah satu faktor penyebab yang sering ditemui di lapangan adalah ketakutan warga terhadap jarum suntik
“Berawal dari rasa itu, maka minimlah minat masyarakat untuk mendonor darahnya. Sehingga rata-rata kita kekurangan darahnya sekitar 20 persen setiap bulannya,” katanya.
Padahal menurut ilmu kesehatan, lanjut dia, donor darah perlu dilakukan tiga bulan sekali untuk kesehatan dan kekebalan tubuh terhadap penyakit. Dia juga mengaku selalu bekerja sama dengan seluruh jajaran dinas di Kabupaten Aceh Timur untuk program donor darah.
“Bukan karena kurang sosialisasi tetapi dasar ketakutan itu tadi. Kami juga bekerja sama dengan seluruh dinas, kita juga memfasilitasi dan meminta kepada mereka untuk mendonor darahnya,” kata Kiflan.[](bna)



