BANDA ACEH – Program Lapak Berkah yang digagas oleh lembaga Yayasan Kesejahteraan Madani (Yakesma) Aceh berkolaborasi dengan Rumah Amal Masjid Jamik USK (Universitas Syiah Kuala) bantu 37 orang penjahit sepatu.
Proses penyaluran dilakukan dalam acara simbolis yang berlangsung di Kantor LAZNAS Yakesma Aceh, Pango Raya, Banda Aceh pada Kamis, 19 Januari 2023.
Bantuan yang disalurkan berupa rak sepatu untuk masyarakat yang memiliki mata pencaharian sebagai penjahit sepatu. Adapun penerima manfaat program ini berasal dari 3 lokasi usaha yaitu Kopelma Darussalam, Beurawe dan Kampung Baru (sekitaran Masjid Raya Baiturrahman).
Acara simbolis penyaluran bantuan ini dipimpin langsung oleh Fakhrurrazi, S.T selaku kepala cabang LAZNAS Yakesma Aceh. Selain itu turut pula dihadiri oleh Direktur Rumah Amal Masjid Jamik USK, Tedy Kurniawan, M.Farm.Apt.
Dana yang disalurkan oleh Rumah Amal untuk program Lapak Berkah tahun 2022 ini sebesar 100 juta Rupiah. Agenda ini juga dijadikan sebagai penguatan bagi para penerima bantuan untuk meningkatkan semangat dan motivasi mereka dalam menjalankan usaha.
Fakhrurrazi menyampaikan bahwa bantuan yang didapatkan oleh para penerima merupakan kerja sama dengan Rumah Amal Masjid Jamik USK. Bantuan yang diberikan bersumber dari dana zakat.
“Oleh karenanya diharapkan selain membantu meningkatkan finansial para penerima, bantuan usaha ini juga diharapkan dapat meningkatkan ketaqwaan dan ibadah para penerima sebagai dasar tanggung jawab atas dana zakat ini,” katanya.
Sementara itu, Direktur Rumah Amal Masjid Jamik USK mengharapkan bantuan yang diberikan ini bisa menjadi salah satu pendorong untuk peningkatan usaha para penerima. Dia mengajak para penerima untuk senantiasa bersemangat dalam menjalankan usaha dan bercita-cita bisa menjadi muzakki kelak dari usaha yang dijalankan ini.
“Kami bertugas menghimpun dana dari zakat, infaq dan shadaqah dari para dosen, staf dan tenaga kependidikan khususnya di lingkungan Universitas Syiah Kuala.
Maka kehadiran mitra seperti Yakesma sangat penting untuk membantu kami dalam penyaluran dana yang telah kami himpun ini. Kami mengharapkan kepada para penerima manfaat sekalian dengan bantuan ini semakin semangat dalam menjalankan usahanya,” tutup Tedy usai membuka secara resmi agenda simbolis ini.[]Rilis






Bantu usaha jahit sepatu perlu, tapi lebih perlu pembinaan mengelola dan mengembangkan usaha. Banyak masyarakat berusaha, hanya jalan ditempat bahkan menghilang. Sebaiknya para ahli dan ilmuan USK mengkaji, menggali peluang usaha yang memiliki potensi berkembang di masyarakat. Memanfaatkan ilmu sesuai keahlian, fakta menunjukkan tingkat bahwa selama ini ketergantungan kebutuhan sandang, pangan dari sumut, sementara lahan luas terlantar, dan banyak pengangguran